PEKANBARU – Upaya normalisasi drainase yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menunjukkan hasil. Dua titik rawan banjir, yakni Simpang Arengka dan Jalan Arifin Achmad, kini tidak lagi mengalami genangan parah meski diguyur hujan deras beberapa hari terakhir.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyatakan bahwa air yang sebelumnya sempat menggenangi kawasan tersebut surut dalam waktu sekitar 30 menit.

"Kemarin kami sempat memantau di kedua titik itu, genangan air surut lebih cepat setelah normalisasi yang kita lakukan," jelasnya, Kamis (1/5/2025).

Agung menyebutkan, proses pengerukan drainase di lokasi itu telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru. Tidak hanya menggunakan alat berat, petugas juga menerjunkan alat penyedot lumpur untuk membersihkan saluran dari endapan dan sumbatan.

Ia menambahkan, banjir tidak hanya disebabkan oleh saluran yang tersumbat, tetapi juga akibat keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas atau di dekat drainase. Dalam waktu dekat, pemerintah akan menertibkan bangunan liar tersebut agar sistem drainase kembali optimal.

Penanganan banjir menjadi salah satu prioritas dalam program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Markarius Anwar.

"Kami berkomitmen dalam menuntaskan persoalan banjir, yang menjadi satu dari beberapa PR kami," tegas Agung. ***