PEKANBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau mendukung rencana Gubernur Riau menjadikan sebagian Rumah Susun Sewa (Rusunawa) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjadi Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari program Presiden RI Prabowo Subianto.

Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menyatakan bahwa sebagian Rusunawa tersebut sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan rakyat, mengingat kontribusi aset tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih minim. Dari total aset yang dikelola Dinas PUPR Riau, termasuk Rusunawa, hanya menyumbang sekitar Rp1,9 miliar per tahun.

Edi mengungkapkan bahwa terdapat tiga tower Rusunawa yang terletak di belakang kantor DPRD Riau. Ia mengusulkan agar satu tower digunakan untuk Sekolah Rakyat, satu tower untuk kebutuhan internal Pemprov, dan satu tower lainnya tetap dikomersialkan guna meningkatkan PAD.

"Satu tower untuk Sekolah Rakyat, satu tower untuk internal kita (Pemprov), dan satu lagi kita komersialkan," ujar Edi, Rabu (30/4/2025).

Menurutnya, total terdapat 220 kamar di Rusunawa tersebut, dengan dua tower masing-masing memiliki 80 kamar, dan satu tower berjumlah 60 kamar. Tower dengan 60 kamar dinilai cocok untuk dikomersialkan, namun kondisinya saat ini tidak layak huni.

"Kalau yang 60 kamar dikomersialkan, lumayan. Tapi kondisi saat ini belum memadai — toilet dan fasilitas lainnya perlu perbaikan. Tentu perlu biaya tambahan," jelas politisi dari Partai Gerindra ini.

Ia menegaskan bahwa Pemprov Riau harus memberikan dukungan anggaran untuk merevitalisasi unit Rusunawa yang akan dikomersialkan. Hal ini agar potensi PAD dari sektor properti tersebut dapat dimaksimalkan.

"Kita minta Pemprov, kalau mau komersialkan, unitnya harus dilengkapi dengan baik — toiletnya bagus, ada minimarket, restoran juga. Supaya menarik dan layak dihuni," pungkasnya. ***