PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengingatkan masyarakat nelayan untuk waspada terhadap hempasan gelombang yang diprediksi bisa mencapai ketinggian empat meter. Peluang itu berpotensi terjadi di wilayah perairan antara Provinsi Riau dengan Kepulauan Riau. Gelombang ini juga berpotensi menenggelamkan kapal nelayan.

"Gelombang ini terjadi untuk kawasan perairan di wilayah Natuna, Tarempa dan Matak. Gelombang di perairan ini minimum dua meter dan maksimum bisa mencapai empat meter. Ini berpotensi berpotensi menenggelamkan kapal nelayan. Untuk itu sebaiknya seluruh aktivitas pelayaran mewaspadai kondisi demikian,'' kata Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi saat ditemui wartawan, Rabu (26/12/2012) di ruang kerja, di Kompleks Bandara SSK II Pekanbaru.

Khususnya untuk perairan yang berada di sekitaran Provinsi Riau seperti Bengkalis, Dumai dan Rokan Hilir tinggi gelombang hanya berkisar 0,5 hingga 1,25 meter. Namun, kondisi ini juga membahayakan. Sedangkan wilayah perairan Riau lainnya seperti Inhil, Meranti, Selat Maeaka bagian Selatan ketinggian gelombang berkisar 0,75 hingga 1,5 meter. Batam, Selat Singapura, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Dabo Singkep tinggi gelombang 1,5 serta maksimum bisa mencapai lebih 2,5 meter.

"Intinya, pada puncak musim hujan di periode kedua Desember ini, masyarakat sebaiknya mewaspadai munculnya gelombang tinggi yang bisa menghempas dengan sewaktu-waktu," katanya sembari mengingatkan untuk perairan Kepulauan Riau bagian Utara dimana tinggi gelombang bisa lebih ekstrem. (rdi)