PEKANBARU, GORIAU.COM - Gelombang massa kian bertambah di Gedung Daerah Pekanbaru, Senin (8/6/2015) siang. Selain unjuk rasa yang dilakukan Front Perjuangan Rakyat (FPR), demonstrasi juga dilakukan oleh Gerakan Rakyat Kampar (Gerak).

Aksi massa ini terpecah di dua lokasi, FPR menggelar unjuk rasa di depan gerbang gedung daerah, sedangkan massa Gerak berunjuk rasa di depan tugu Perjuangan (Pahlawan). Dua massa tersebut sama-sama menuntut agar Menteri yang datang ke Pekanbaru, bisa mendengar aspirasi masyarakat.

"Hari ini kedatangan kita cuma satu, tangkap mega koruptor di kabupaten Kampar. Di negeri kami Kampar, banyak kasus mengendap, tak hanya sengketa lahan, tapi juga banyak pejabat yang nyata-nyata adalah penjahat," lantang koordinator lapangan, Rahmat Yani.

Selain itu massa Gerak juga menyampaikan lima tuntutan, yaitu mendesak kepolisian menuntaskan kasus ijazah palsu oleh Bupati Kampar Jefri Noer. "Selain itu, Jefri Noer juga adalah Mega Koruptor yang sebenarnya, dimana Polda Riau dan Kejati Riau kami nilai tidak becus," sambungnya.

"Kami juga ingin, agar puluhan pejabat tinggi RI dan para Menteri yang datang kesini, bisa mengawal kasus hukum yang dilakukan oleh Bupati Jefri Noer. Sangat banyak kasus yang tidak terungkap, tidak hanya kasus sengketa lahan PT Ciliandra Perkasa dan masyarakat kabupaten Kampar saja, tapi banyak," tegas Rahmat Yani.

Beberapa menit membacakan petikan tuntutan di tugu perjuangan, puluhan massa Gerak ini pun langsung bergeser menuju pagar gedung daerah, dimana hanya berjarak belasan meter dari massa dari FPR. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari kepolisian dan Satpol PP Pekanbaru. (had)