
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dampak lain dari kebakaran hutan dan lahan adalah membuat harimau keluar dari sarangnya. Si belang kini berkeliaran di barak pengungsi karhutla di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bukitbatu, sehingga membuat para pengungsi resah dan ketakutan luar biasa.
Berkeliarannya harimau si di sekitar posko pengungsi, diduga karena hutan tempat mereka berlindung selama ini sudah punah terbakar. Informasi yang diperoleh dari para orangtua masyarakat setempat, Bukit Seludung yang bersebelahan dengan Bukit Lengkung yang kini sudah ludes terbakar, merupakan tepatnya atau sarangnya harimau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Bengkalis, Much Jalal, membenarkan berkeliarannya harimau di sekitar barak pengungsi.
"Pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB ada induk harimau bersama anaknya melintas di posko pengungsi. Kemudian pergi ke hutan Bukit Seludung, tepatnya di sebelah kanan barak pengungsi," ujar Jalal.
Berkeliarannya harimau di sekitar barak pengungsi jelas meresahkan dan membuat takut pengungsi. Karena posko yang dihuni 37 KK atau sebanyak 15 orang warga yang juga banyak diantaranya anak-anak tersebut, hanya terbuat dari terpal."Warga kini memang ketakutan, apalagi posko pengungsi itu hanyalah terpal yang sulit bagi warga mencari perlindungan jika ada serangan seperti binatang buas," ujar Jalal.
"Saya sudah melaporkan kepada BKSDA Riau. Karena harimau ini binatang dilindungi, domainnya BKSDA yang menanganinya,'' tambah Jalal.(jfk)