RUPAT, GORIAU.COM - Lain lubuk lain ikannya, lain daerah lain lain pula cara ''bermain proyek''. Seperti yang terjadi di Pulau Rupat Bemgkalis, Riau. Jika di daerah lain begitu sulit mencari proyek bermasalah, tapi di sini begitu gampang. Pasalnya, di sini lebih mudah mencari proyek terbengkalai dari pada yang sukses.

Di Pulau Rupat, baik Rupat Utara maupun Selatan, banyak ditemukan pekerjaan proyek-proyek pemerintah yang tidak selesai atau pun terbangkalai.

Pemandangan ini dengan mudah dijumpai jika kita menelusuri jalan yang membelah Pulau Rupat dari Batu Panjang hingga ke Teluk Rhu di Rupat Utara. Beberapa bangunan proyek seperti bangunan gedung, jembatan dan dermaga misalnya, umumnya tidak selesai.

Ketua LAM Rupat Utara, Muchtar mengatakan beberapa proyek yang dilaksanakan di daerah mereka ada yang sudah terbengkali sampai tiga atau empat tahun belum terselesaikan, seperti dermaga yang ada di Tanjung Lapin, daerah wisata yang menjanjikan di Rupat Utara.

Senada dengan Muchtar, tokoh muda Rupat Selatan, Mersim juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, terbengkalainya kegiatan tersebut bisa disebabkan waktu kerja yang pendek dan rumitnya administrasi sebuah kegiatan.

Melihat hal tersebut, dalam kunjungannya ke Pulau Rupat Eddy A. Mohd Yatim anggota DPRD Riau dari Komisi B mengatakan, bahwa aneh jika memang banyak proyek yang terbengkalai di daerah Rupat ini.

Menurut Eddy, dengan kejadian ini ada proses perencanaan kegiatan tersebut dan pengawasan yang tidak maksimal. Bagaimana jika sebuah kegiatan yang sasarannya tidak tercapai, tentu ini sangat merugikan dalam penganggaran.

Untuk itu, Eddy berharap kepada pelaksana kegiatan agar benar-benar merencanakan kegiatan secara matang dan mempertimbangkan berbagai faktor yang ada.

''Jangan mentang-mentang ini kegiatan menggunakan uang negara, kita tidak memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi untuk mencapai hasil akhir kegiatan itu,'' ujarnya. (nti)