
PEKANBARU - Belum juga teratasi, kini temuan tabung gas elpiji 3 kg yang isinya tidak sesuai takaran kembali dikeluhkan oleh warga Kelurahan Kampung Tengah, Sukajadi, Pekanbaru.
Ina (51), mengaku sudah menghabiskan 2 tabung gas melon dalam sehari lantaran isi gas diduga tidak sesuai takaran semestinya.
"Kami sedang masak-masak untuk persiapan Natal. Baru mengoven tiga loyang kue, api kompor sudah redup tanda gas mau habis. Tidak lazim, biasanya satu tabung bisa enam sampai delapan kali mengoven," kisah Ina kepada GoRiau.com, Kamis (24/12/2015) di Pekanbaru.
Ia pun menggerutu dan meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru maupun Provinsi Riau untuk melakukan sidak. Melihat kondisi tabung gas melon yang isinya diduga 'bocor' tersebut, Ina khawatir hidangan untuk menyambut Natal tahun ini terkesan biasa saja karena ia harus membatasi penggunaan gas.
"Kemarin langka, sekarang mudah didapat tapi isinya bocor dijalan, kan sama saja. Nggak bisa masak spesial untuk persiapan Natal, ngirit gas," papar Ina yang tengah sibuk memilah-milah saat membeli gas.
Hal senada juga diungkapkan oleh warga Kelurahan Kampung Tengah lainnya, Br Panjaitan (30) yang merasa gas melon yang dibelinya selalu habis lebih cepat dari biasanya.
"Kukira kompor dirumah yang banyak nyedot gas, ternyata beberapa warga disini juga merasakan yang sama. Beredar kabar juga katanya hati-hati beli gas yang ijo itu," ucap Br Panjaitan dengan logat khas Bataknya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Riau, M Firdaus pernah mengatakan bahwa ia siap menindak oknum-oknum nakal yang kedapatan dan terbukti berbuat curang.
"Kalau masyarakat memang ada yang menemukan volume gas yang tidak penuh, silahkan buat laporan atau pengaduan kepada kami," papar M Firdaus, Senin (21/12/2015) lalu. ***