
PEKANBARU - Dewan Koordinasi Wilayah Garda Bangsa Provisi Riau menggelar Musabaqoh Qiraatul Kutub Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. Pada lomba baca Kitab Kuning ini, panitia menyediakan hadiah ratusan juta rupiah.
Ketua Panitia MQK, Saiful Fadillah, mengaku optimis pelaksanaan lomba baca Kitab Kuning ini berjalan sukses. Dari target 50 peserta, saat ini sudah mendaftar sebanyak 30 orang. Peserta dari berbagai pesantren di Riau.
"Alhamdulillah, animo masyarakat untuk mengikuti lomba ini cukup besar. Kami tidak menyangka, dalam waktu seminggu, sudah mendaftar sebanyak 30 santri," kata Saiful Fadilah, Rabu (30/3/2016).
Kegiatan MQK ini dijadwalkan akan digelar pada 1-7 April 2016 mendatang. Tempat pelaksanaan lomba akan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Kausar, Jalan Hangtuah, Tenayan Raya, Pekanbaru.
"Kegiatan ini terbuka untuk seluruh santri putra dan putri yang sedang menempuh pendidikan di seluruh pondok pesantren berhaluan Ahlussunah Wal Jamaah yang ada di Provinsi Riau.
Saiful Fadilah menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk memotivasi para santri, guna meningkatkan kemampuan dalam memahami kitab kuning, sekaligus melakukan syiar kepada masyarakat akan pentingnya khasanah pengetahuan pesantren sebagai salah satu solusi menghadapi problematika dalam bermasyarakat.
"Kegiatan ini ditaja secara nasional, tahap penyisihan nantinya menyisakan 4 peserta putra dan putri untuk dilombakan di tingkat nasional yang akan berlangsung di kantor DKN Garda Bansa di Jakarta," imbunya.
Sementara itu, terkait kegiatan yang dilaksanakan organisasi sayap ini, Ketua DPW PKB Provinsi Riau Abdul Wahid memberikan apresiasi kegiatan.
"Saat ini minim minat anak muda untuk menggeluti khazanah pengetahuan pesantren, terutama dalam kajian kitab kuning mulai berkurang. Karenanya, kegiatan yang dilaksanakan Garda Bangsa, kami mengapresiasi dan mendukung penuh," kata Wahid.
Wahid berharap kegiatan ini mampu menjawab krisis teori dan qaidah hushuliyah dalam melihat persoalan bangsa.(*/rul)