
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Riau turut prihatin dengan musibah kebakaran yang terjadi di Provinsi Riau saat ini. Untuk membantu pemadaman api, GAPKI Riau turut membantu alat-alat pemadaman kepada daerah-daerah yang dianggap paling parah bencanannya.
Salah satu yang dibantu oleh GAPKI Riau adalah Kabupaten Kepulauan Meranti. 4 set Pompa Air jenis Robin diberikan oleh GAPKI Riau kepada Pemda Meranti melalui Kadisbun Kepulauan Meranti.
Menurut Wisnu, GAPKI Riau secara organisasi turut membantu pemerintah daerah dalam usaha pemadaman api akibat kebakaran di beberapa kabupaten yang dianggap parah. Setelah sebelumnya pada hari Rabu (5/3/2014) GAPKI Riau dengan Disbun Riau memberikan bantuan dan melihat langsung kondisi kebakaran di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. GAPKI memberikan bantuan kepada pihak kecamatan Bukti Batu sebanyak 2 set pompa air jenis robin.
Dan pada Jumat (7/3) kemarin GAPKI Riau juga memberikan bantuan kepada pihak Kabupaten Meranti melalui Kadisbun Kabupaten Meranti, Ma'mun Murod sebanyak 4 set pompa air jenis Robin.
''Kita secara organisasi turut prihatin dengan bencana alam ini. Untuk itu kita membantu beberapa kabupaten yang dianggap mengalami bencana kebakaran yang paling parah,'' ujar Wisnu.
Selain membantu secara organisasi, GAPKI Riau turut mengintruksikan kepada seluruh perusahaan kelapa sawit untuk memberikan bantuan baik dalam usaha pemadaman api maupun bantuan pasca bencana nantinya.
''Sekarang saya lihat perusahaan telah bergerak untuk turut aktif membantu pemda dalam memadamkan api dan juga memberi bantuan yang dibutuhkan oleh korban,'' ujar Wisnu.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS, disela-sela pemberian bantuan tersebut mengungkapkan sejauh ini koordinasi antara Disbun Riau dengan GAPKI Riau dan Perusahaan Kelapa sawit sangat baik. Perusahaan menurutnya turut aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran ini.
''Memang sejauh ini kita belum melihat hasil yang signifikan karena bencana ini sangat berat. Namun kita semuanya terus berkoordinasi, perusahaan dan GAPKI Riau terus meminta data jika ada titik panas di sekitar lokasi kebun mereka,'' ujar Zulher.
Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti sangat terbantu dengan bantuan GAPKI Riau ini. Menurutnya Kabupaten Meranti merupakan salah satu kabupaten yang terparah bencana kebakarannya. Hingga saat ini, menurutnya sudah lebih dari 3.179,2 hektar lahan dan hutan yang terbakar di Kepulauan Meranti. Jika tidak ditanggulangi secepat mungkin maka luas lahan dan hutan tersebut akan terus bertambah.
"Ada 7 titik api yang paling besar yang ada di Kepulauan Meranti sekarang ini. Luasnya yang masih terbakar sekitar 1.317 hektar. Jika ke tujuh titik tersebut tidak segera dipadamkan maka berkemungkinan akan meluas dan membakar lahan dan hutan di Meranti,'' tegas Ma'mun Murod. (rls)