
PEKANBARU - Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat mendorong Forum Pemuda Kulim Bersatu (FPKB) untuk terus memperluas jangkauan aksi sosialnya. Langkah nyata ini diwujudkan lewat penjajakan kerja sama kemanusiaan bersama PT Rotte dan Yayasan Indonesia Mulia di wilayah Pekanbaru.
Pertemuan lintas sektor ini mendiskusikan berbagai peluang sinergi program yang dirancang agar menyentuh langsung kebutuhan warga, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Dari pihak FPKB, hadir Rahmat Handayani, Ian Banjar, dan Ricky Sambari. Sementara itu, Ketua Yayasan Indonesia Mulia, Ray Hughes, SH, MH, CLA, CWC turut hadir didampingi staf bidang kesehatan, Chandra Wijaya, SKep beserta perwakilan manajemen PT Rotte.
Mewakili FPKB, Rahmat Handayani menjelaskan bahwa penanganan persoalan di tengah masyarakat tidak bisa dibebankan pada satu kelompok saja. Ia menilai, keterlibatan aktif dari dunia usaha dan lembaga swadaya sangat dibutuhkan untuk menciptakan dampak yang lebih signifikan.
"Semangat sosial harus kita jaga. FPKB ingin terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting agar kegiatan sosial yang dilakukan dapat memberikan dampak yang lebih luas," urainya.
Rahmat juga mengapresiasi komitmen entitas usaha seperti PT Rotte yang bersedia turun tangan mendistribusikan sumber dayanya. Sinergi antara organisasi kepemudaan, yayasan, dan sektor swasta ini diyakini mampu membuat seluruh kegiatan kemanusiaan berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Fokus pada Aksi Kemanusiaan
Selama ini, FPKB memposisikan kegiatan sosial sebagai ruh utama keberadaan organisasi, melampaui rutinitas program kepemudaan pada umumnya. Keterlibatan Yayasan Indonesia Mulia dan PT Rotte diproyeksikan mampu mengakselerasi niat tersebut, terutama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan dasar.
Pertemuan perdana ini sekaligus membuka pintu komunikasi strategis antarlembaga. Organisasi pemuda memiliki energi serta jejaring yang kuat di level akar rumput, sementara pihak swasta dan yayasan didukung oleh ketersediaan fasilitas finansial serta pengalaman teknis.
Perpaduan modal sosial ini digagas agar tidak sekadar berhenti pada aktivitas musiman. FPKB membidik lahirnya sejumlah program kemasyarakatan baru hasil kolaborasi lintas sektor yang mengakar dan membawa manfaat jangka panjang bagi warga. ***