PEKANBARU, GORIAU.COM - Finlandia terus mengembangkan teknologi efektif dan efisien. Bahkan negara ini siap menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk pengembangan dan penelitian termasuk untuk bidang energi. Untuk energi terbarukan saja, negara ini sudah mengalokasikan 4 pounsterling termasuk untuk Indonesia khususnya Riau.

Untuk Riau, Finlandia akan bergabung dalam Riau Research Energy Centre (RiREC) dan Biomass Energy Clearing House yang akan melakukan penelitian dan pengembangan energi dari limbah pabrik kelapa sawit. Energi dengan bahan baku yang banyak di Riau ini kedepan akan menjadi primadona sebagai sumber energi listrik.

''Kita akan dukung dalam pengembangan energi terbarukan berbahan biomassa di Riau. Negara Finlandia, selama ini concern terhadap perubahan iklim dan perbaikan lingkungan. Sebagai bukti keikutsertaan terhadap perbaikan lingkungan di Indonesia dan juga mengembangkan industri energi baru dan terbarukan maka Finlandia menggelontorkan 4 juta pounsterling untuk penelitian dan pengembangan energy terbarukan,'' ujar Perwakilan Kementrian Luar Negeri Finlandia, Indira Nurtanti pada peluncuran Riau Research Energy Centre (RiREC) dan Biomass Energy Clearing House, Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (29/4/2014).

Kegiatan peluncuran RiREC dan Biomass Energy Clearing House itu sendiri berkat inisiasi Dinas Perkebunan Provinsi Riau, EEP Indonesia dan Kemenlu Finlandia dan juga Enreach UIN Suska.

Sementara itu, Rektor UIN Suska, Prof. DR. HM Nazir menyatakan bahwa UIN Suska juga ingin berperan penting dalam issu perubahan iklim dan pengembangan energi baru dan terbarukan. ''Selama ini, sektor ekonomi selalu menjadi panglima dalam kehidupan, sehingga sektor sosial dan lingkungan selalu terabaikan. Untuk itu UIN Suska Riau ingin berperan lebih dalam perbaikan lingkungan,'' ucap Nazir. (rls)