JAKARTA - Ketidaknyamanan menyelimuti warga Pulau Sumatera usai aliran listrik terputus secara mendadak, Jumat (22/5/2026). Rangkaian gangguan transmisi menyebabkan situasi blackout secara luas mulai dari Aceh, Palembang, Sumatera Utara, Pekanbaru, hingga Lampung.

Kantor pusat PLN mendeteksi kerusakan bermula dari gangguan jaringan transmisi 275 kV di wilayah Jambi.

"Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk," terang Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto.

Kejadian yang berlangsung pada jam krusial ini sempat menguji fasilitas medis di berbagai daerah. Di Aceh, RSUD dr Fauziah Bireuen menghadapi pemadaman tiba-tiba yang membuat seluruh ruangan gelap gulita.

"Kondisi di rumah sakit saat mati lampu total sempat mati 6 detik, kemudian otomatis hidup lagi karena ada genset yang dioperasikan. Sejauh ini tidak mengganggu operasional RS," ungkap dokter spesialis paru setempat, dr Hulaimi, SpP.

Meski rumah sakit besar memiliki cadangan daya yang memadai, dr Hulaimi, SpP menyoroti potensi risiko yang lebih besar di fasilitas kesehatan pelosok apabila pemadaman berlangsung lama.

"Tapi kalau di RS matinya lebih dari sejam, mungkin agak mengganggu operasional. Yang lebih mengkhawatirkan kalau lama justru di Puskesmas. Tapi pastinya kami sudah mempersiapkan mitigasi untuk hal-hal seperti itu," tambahnya.

Dampak sosial meluas seiring padamnya listrik. Sejumlah warga di Metro, Lampung, seperti Anisa Pratiwi, melaporkan terhentinya layanan telekomunikasi yang terjadi beriringan dengan matinya lampu pukul 19.14 WIB.

Sebagai tindak lanjut, pihak PLN di tiap provinsi mengonfirmasi pengerahan sumber daya skala besar. Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim memastikan perbaikan teknis terus dikebut agar kelistrikan kembali normal.

"Ratusan personel PLN terus bekerja non-stop dalam upaya penormalan gangguan," ujar Lukman Hakim.***