SIAK - Kolaborasi peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Program KAPASITAS di Kabupaten Siak menunjukkan tren kepatuhan layanan yang positif. Laporan pencapaian satu tahun kerja sama antara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Pemerintah Kabupaten Siak, dan DokterSHARE ini dipaparkan dalam agenda diseminasi hasil dan penutupan program di Siak, Kamis (30/7).

Inisiatif yang berjalan sejak Juni 2025 ini berfokus pada lima pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), yaitu Puskesmas Dayun, Kerinci Kanan, Lubuk Dalam, Koto Gasib, dan Sungai Mandau, serta 13 puskesmas pembantu (pustu). Pendampingan menyasar penguatan kompetensi tenaga kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, hingga pemberdayaan kader Posyandu untuk menekan angka prevalensi stunting di tingkat kampung.

Bantuan Fasilitas dan Evaluasi Kepatuhan

Sepanjang masa pelaksanaan program, tercatat 15 tenaga kesehatan menerima pelatihan peningkatan kapasitas. RAPP selaku bagian dari APRIL Group juga mendistribusikan perangkat ultrasonografi (USG) ke lima puskesmas dampingan demi melengkapi fasilitas pemeriksaan ibu hamil.

Merujuk pada hasil supervisi fasilitatif, kelima puskesmas mencatatkan tingkat kepatuhan pelayanan di atas 90 persen. Rinciannya, Puskesmas Dayun dan Lubuk Dalam menyentuh level 98,90 persen, Koto Gasib 97,06 persen, Kerinci Kanan 97,05 persen, dan Sungai Mandau 95,96 persen.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Siak, dr. Handry menilai keterlibatan lintas sektor mempercepat penguatan infrastruktur pelayanan. "Program ini membantu memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas. Bantuan alat kesehatan berupa USG sangat membantu pemantauan kesehatan ibu hamil," terangnya.

Target Perluasan Layanan Primer

Staf Ahli Bupati Siak Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Fakhrurrozi, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengharapkan kesinambungan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Ia menyoroti potensi perluasan jangkauan program ke fasilitas kesehatan lainnya di wilayah Siak.

"Ke depan kami berharap cakupannya dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Kolaborasi seperti ini menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan dunia usaha," tuturnya.

Secara lebih luas, inisiatif ini bernaung di bawah Program Puskesmas Prima RAPP yang membidik pendampingan bagi 43 puskesmas di wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, Kampar, dan Kuantan Singingi. Strategic Planning Manager Community Development Department RAPP, Amal Fatullah Randy menjelaskan bahwa pendekatan kesehatan sejalan dengan filosofi operasional perusahaan.

"Kami hadir untuk memperkuat peran pemerintah dan tenaga kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin baik dan berkelanjutan," rincinya.

Ia menambahkan bahwa sistem yang telah terbangun selama pendampingan menjadi basis kelanjutan layanan medis. "Fondasi yang telah dibangun bersama diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting hingga ke tingkat kampung," pungkasnya. ***