PEKANBARU - Segenap pegiat pelestarian alam Riau kehilangan salah satu satwa andalannya. Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jantan bernama Indro yang telah berumur 45 tahun, mengembuskan napas terakhir di Camp Elephant Flying Squad, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Satwa bertubuh besar ini merupakan anggota tim Flying Squad yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kematian gajah jinak tersebut dikonfirmasi terjadi tepat pukul 03.45 WIB setelah tim medis berupaya memberikan pertolongan maksimal akibat komplikasi kesehatan yang dialaminya.

Selama hidupnya, Indro memegang peran penting dalam memitigasi konflik antara gajah liar dan manusia yang kerap terjadi di sekitar kawasan hutan Tesso Nilo. Penurunan kondisi kesehatannya terpantau merosot tajam akibat hilangnya nafsu makan sesudah melewati fase musth, yakni masa puncak hormonal yang membuat gajah jantan berubah menjadi sangat agresif.

Merespons kejadian ini, pihak pengelola kawasan konservasi tersebut langsung menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Pengabdian panjang satwa ini telah memberikan kontribusi besar bagi keseimbangan alam dan perlindungan masyarakat desa penyangga.

"Balai Taman Nasional Tesso Nilo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan kerja keras para mahout, tim medis, Balai Besar KSDA Riau serta seluruh pihak yang telah berupaya maksimal dalam merawat gajah Indro selama masa kritisnya," ujar Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro., Senin (29/6/2026).

Bangkai gajah pahlawan konservasi tersebut langsung dikuburkan di sekitar area camp secara aman dan terkontrol. Langkah ini diambil sesudah seluruh proses pemeriksaan awal selesai dilakukan oleh petugas berwenang di lokasi kejadian. ***