PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto dengan menyediakan akses pendidikan gratis berasrama lewat program Sekolah Rakyat. Kebijakan strategis ini dirancang khusus oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan struktural pada keluarga prasejahtera.

Langkah nyata dukungan ini diwujudkan melalui intervensi regulasi dan operasional di tingkat daerah, termasuk mempercepat penyediaan lahan serta kliring aset. Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi menjelaskan rincian kebijakan makro sektor pendidikan ini di Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Program strategis daerah di sektor pendidikan makro ini menitikberatkan fokus pelayanan pada tiga pilar utama. Pilar tersebut meliputi pemerataan akses pendidikan bagi wilayah terisolasi, pembentukan karakter mental murid yang berdisiplin tinggi, serta instrumen pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin.

Melalui implementasi program integrasi ini, Pemerintah Provinsi Riau berupaya keras mewujudkan visi daerah yang berdaya saing tinggi, inklusif, dan mengedepankan asas berkeadilan sosial bagi seluruh lapisan warganya tanpa terkecuali.

Pemerintah daerah menempatkan model sekolah berasrama ini sebagai daya dorong kuat agar anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki peluang yang sama untuk menatap masa depan yang lebih baik. Saat ini, proyek infrastruktur permanen yang paling maju berada di Kabupaten Kuantan Singingi dengan progres fisik mencapai 85 persen.

"Untuk urusan penyediaan lahan, itu memang sepenuhnya menjadi tugas dan kewenangan dari pemerintah daerah. Saat ini, proyek yang sudah berjalan pembangunan fisiknya secara mandiri dan permanen itu baru di Kabupaten Kuantan Singingi, karena untuk wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hilir statusnya saat ini masih menumpang atau memanfaatkan fasilitas gedung sementara," jelas Syahrial Abdi. ***