
BAGANSIAPIAPI - Mandi di air kiambang, pelak lepas gatalpun datang, mungkin itu pribahasa yang tepat bagi kedua pelaku curanmor dikota Bagansiapiapi yang ditangkap Satreskrim Polsek Bangko, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Dari pengakuan tersangka, uang yang dipakai tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sehari hari serta membayar tunggakan kredit ke dealer.
" Untuk bayar tunggakan kredit dan beli kebutuhan," kata Kapolsek Bangko, Kompol Agung Triadi saat membacakan hasil BAP diruang pertemuan kantor Polsek Bangko, Jumat, (22/12/2017) diBagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau.Menurut keterangan Kapolsek, modus kedua pelaku yang berinisial EC(48) dan M(35) dalam melakukan aksinya adalah dengan cara meminjam motor korban yang merupakan ASN guna untuk keperluan membeli lontong. Kesempatan saat meminjam motor itu, ia gunakan untuk membuat kunci duplikat motor korban yang tidak lain adalah tetangganya sendiri.
Ditempat lain, disalah satu mesjid jalan Madrasah, korban ingin menunaikan shalat magrib berjemaah, disitulah pelaku melancarkan aksinya disaat korban melaksanakan shalat pada rakaat kedua. Dengan berbekal kunci duplikat tadi, mereka berhasil melarikan motor korban dan menggadaikannya kepada orang lain.
" Motor yang kami bawa, kami gadai sama warga ditanah merah pak," kata EC saat didesak kapolsek untuk menyebutkan kemana hasil curian mereka jual dihadapan para awak media.
Agung mengungkapkan, selain menggondol honda jenis vario, pelaku juga terjerat dengan dua kasus lain. Dua diantaranya yakni pencurian keramik sebanyak 40 kotak milik Putra dan kasus penganiayaan yang korbannya bernama Rendra Wirdana. Akibat perbuatannya, pelaku bisa dijerat pasal berlapis.
" Kami berharap masyarakat harus menjaga harta bendanya disaat musim sulit sekarang ini. Kami dari pihak kepolisian senantiasa melakukan patroli bersama dengan aparat TNI untuk mengamankan warga dari pelaku tindakan kriminal," katanya. ***