DURI - Warga Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, dihebohkan dengan temuan keripik pisang yang bisa dibakar dan mengeluarkan minyak. Keripik pisang ini dijual di warung dengan harga Rp1.000 sampai Rp2.000.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com dari sebuah video berdurasi 18 detik, terlihat sebuah keripik pisang yang sengaja dibakar dan mengeluarkan minyak diduga mengandung lilin.

Warga pun akhirnya menduga-duga, kalau keripik pisang tersebut mengandung lilin atau plastik. Tentunya, hal ini perlu pembuktian secara ilmiah dan penyelidikan melalui laboratorium yang memang memiliki sertifikat dan mampu dipercaya.

Karena, dampak dari keripik pisang yang bisa dibakar ini bisa saja menghancurkan industri rumah tangga pembuat keripik pisang.

Dari penelusuran GoRiau.com di Kota Dumai dan Kabupaten Siak, membeli jajanan keripik pisang yang hampir sama dengan dibungkus plastik transparan tanpa label atau merk.

Lantas, keripik pisang itu dibakar dan memang terbakar dan mengeluarkan minyak. Hal ini sama dengan yang terjadi di Kota Duri.

Terkait adanya temuan jajanan keripik pisang di warung yangbbisa dibakar, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Supardi saat dikonfirmasi GoRiau.com mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

"Kita turunkan tim mengecek kebenaran keripik pisang yang bisa dibakar diduga mengandung lilin atau plastik di Kota Duri," ujar Supardi, Jumat (22/12/2017).

Selain mengecek, dikatakan Supardi, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru. Hal itu untuk membuktikan apakah benar keripik pisang tersebut apakah benar mengandung lilin atau plastik.

"Kita akan jalin kerjasama dengan BPOM Pekanbaru menyelidiki keripik pisang tersebut," kata Supardi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pembuktian dari pihak terkait apakah keripik pisang yang dijual di warung Kota Duri, mengandung lilin atau plastik. ***