
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan menyatakan, saat ini kembali terpantau sebanyak tiga titik api oleh satelit NOAA18 Singapura, di wilayah Kabupaten Pelalawan, pada Selasa (25/3/2014).
Tiga titik api tersebut diantaranya, dua terpantau di Desa Terbangiang, Kecamatan Bandar Petalangan, dan satu titik api lagi terpantau di Desa Genduang, Kecamatan Uku.
"Dua titik api yang terdapat di Desa Terbangiang, berada disekitar atau perbatasan dengan lahan HTI milik PT Arara Abadi. Dan satu titik api di Desa Genduang berada di perbatasan dengan HTI milik PT Mahesa Agro Buana,"ungkap Kepala BLH Pelalawan, Samsul Anwar, Rabu (26/3/2014).
Dikatakan Samsul Anwar, sementara di Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, meskipun titik api sudah padam, namun asap masih ada.
"Dan lahan yang terbakar lokasinya berbatasan dengan areal HTI PT Selaras Abadi Utama,"katanya.
Dijelaskan Samsul Anwar, saat ini pihaknya telah mengirimkan tim untuk turun dan mengecek langsung ke lapangan.
"Sebagian tim juga sedang melakukan ground cek ke lokasi Pangkalan Panduk,"terangnya.
Masih dijelaskan Samsul Anwar, dibenarkanya juga, adanya informasi yang didapat, bahwa satelit lain yakni Terra Aqua yang juga milik Singapura, telah memantau adanya titik api di Kabupaten Pelalawan berjumlah sebanyak 6 titik.
"Laporan dari kita hanya 3 titik api, dan informasi di lapangan membenarkan adanya. Sementara di Pangkalan Panduk lahan yang bekas terbakar masih mengeluarkan asap,"bebernya.(rkn)