
PEKANBARU – Upaya warga jamaah Masjid Muhajirin Kecamatan Sialang Munggu, mengamankan sapi kurban yang lepas dan mengamuk, akhirnya membuahkan hasil.
Sapi berwarna coklat itu diamankan setelah beberapa jam bersembunyi dalam kawasan hutan belukar di kawasan pemukiman pegawai RRI, di Jalan HR Subrantas, Sabtu (7/6/2025) sore.
Setelah ditangkap, warga memutuskan untuk melakukan penyembelihan. Langkah itu diambil untuk. Menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti dirilis sebelumnya, sapi kurban yang lepas dan kabur itu, sempat berulah dan memakan korban. Yaitu satu keluarga yang terdiri suami, istri dan satu orang anak. Mereka mengalami patah tulang setelah diseruduk sapi itu saat melintas du Jakan HR Subrantas depan RS Awal Bross Panam.
Dari pantauan lapangan, hingga sore menjelang, belum juga tampak tanda-tanda sapi itu akan keluar dari kawasan hutan semak belukar, yang berada di dalam areal Kampus Bina Widya Universitas Riau yang lokasinya berdampingan dengan kompleks pemukiman pegawai RRI. Sehingga warga jamaah Masjid Mujahidin berniat pulang dan melanjutkan pencarian keesokan hari.
Namun tiba-tiba ada jamaah yang mengabarkan bahwa sapi itu terpantau berada dalam areal hutan semak belukar di kawasan RRI di Jalan HR Subrantas.
Sontak saja, warga langsung bergerak menuju tempat itu. Benar saja, tak lama setelah menyusuri tepian hutan semak belukar, sapi kurban yang dicari-cari, muncul dan keluar dari areal semak.
Warga pun berusaha menangkapnya. Namun bukannya takut, sapi itu malah balik menyerang warga. Sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara sapi dan warga.
Upaya warga akhirnya membuahkan hasil. Salah seorang warga berhasil menangkap tali kekang sehingga sapi itu pun kesulitan bergerak. Tak mau menunggu waktu, warga langsung mengikat hewan itu pada sebuah pohon.
Setelah kondisi tenang, warga memutuskan untuk menyembelih hewan itu di lokasi tersebut. Selanjutnya, sapi kurban itu dibawa pulang dengan menggunakan sebuah mobil pikap.
“Alhamdulillah, sapi ini akhirnya bisa kita tangkap. Kita tak ingin ada kejadian lagi. Apalagi trnaga kita cukup terkuras karena harus menangkap sapi ini sejak oagi tadi,” ujar Hasan, Ketua Masjid Mujahidin.
Menurut pengurus masjid lainnya, setelah kejadian ini, pengurus akan berusaha menyelesaikan beberapa masalah yang muncul akibat kejadian itu.
Dikatakan, sapi yang kabur itu merupakan sapi yang paling besar, dari lima sapi kurban yang disembelih pada Idul Adha kali ini.
“Sebelumnya, sapi ini adalah yang biasa diternakkan secara lepas di areal perkebunan. Jadi fisiknya memang lumayan kuat,” ujarnya lagi. ***