
DURI, GORIAU.COM - Drainase induk di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, bukan dibanjiri oleh air, sebagaimana fungsinya. Melainkan dibanjiri dengan sampah. Drainase induk dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkalis, tujuh tahun lalu. Drainase itu dibangun untuk mengatasi banjir yang selama ini menjadi masalah dibeberapa wilayah di Mandau.
Dari pantauan GoRiau.com, Sabtu (7/11/2015) siang, sampah yang menumpuk di drainase induk, kebanyakan sampah rumah tangga, seperti botol dan plastik. Parahnya lagi, didalam drainase itu ada kasur, sofa dan lemari.
"Kalau naik mobil, bau busuknya tak akan tercium hidung. Tapi coba kalau naik sepeda motor, mau muntah rasanya mencium baunya, melintas di Jalan Rangau dan Jalan Hangtuah," ujar Rahman warga Jalan Louhan, Kelurahan Babbusalam, Kecamatan Mandau, kepada GoRiau.com.
Dinas PU Kabupaten Bengkalis, lanjutnya, seharusnya bisa mengantisipasi hal tersebut. Karena, dalam waktu dekat ini, akan terjadi peralihan musim, dari kemarau ke penghujan.
"Kalau tak dibersihkan, tentunya air tak akan lancar mengalir. Kalau air tak lancar, tentunya bisa mengakibatkan banjir saat musim hujan datang," katanya.
Sementara itu ditempat terpisah, Kepala UPTD PU Kecamatan Mandau, Luthfi Hendra saat dikonfirmasi GoRiau.com, terkait sampah yang menumpuk di drainase induk Kota Duri, mengatakan kalau sebelumnya sudah pernah dilakukan pembersihan drainase itu.
"Sekitar bulan Mei, sebelum bulan puasa, kita sudah melakukan pembersihan. Saat mendapatkan informasi dari warga, kalau sampah menumpuk semakin parah, kita kaget juga setelah dilakukan pengecekan. Kita juga ingatkan warga Mandau, untuk tidak membuang sampah rumah tangga kedalam drainase. Kalu tersumbat, warga sendiri yang rugi," jelasnya. Dimana pihaknya akan melakukan koordinasi dengan bagian terkait di Dinas PU Kabupaten Bengkalis.***