
PEKANBARU, GORIAU.COM - AS (33) pria asal Aceh berhasil dibekuk oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Senapelan, Pekanbaru, Provinsi Riau, Sabtu (7/11/2015) dinihari tadi, saat sedang membawa lebih kurang 1 Kg sabu-sabu. serbuk haram itu rencananya akan ia bawa ke Kota Medan, Sumatera Utara.
Untuk mengelabui petugas, AS mengemasnya ke dalam bungkusan snack, dengan membaginya menjadi 16 paket besar dan dilakban seperti makanan dodol. Sebelum tertangkap, upaya tersebut sudah berhasil sebanyak lima kali. "Pengakuannya sudah lima kali, terakhir ini berhasil kita tangkap," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Aries Syarief Hidayat.
Untuk setiap kali pengantaran sabu, AS dibayar dengan harga bervariasi. Untuk aksi terakhir ini, ia diupah sebesar Rp10 juta. "Untuk dibawa ke Medan. Kalau asal sabunya kita duga dari Aceh," urai Kombes Aries saat ekspose, Sabtu sore, didampingi Kasat Narkoba, Kompol Iwan Lesmana Riza dan Kapolsek Senapelan, AKP Angga F Herlambang.
Masih menurut dia, AS disuruh datang ke Pekanbaru oleh bosnya berinisial I, warga Medan. Setelah di Pekanbaru, AS lalu serahterima barang haram ini dengan seseorang berinisial A. Barulah dari Pekanbaru, AS diminta untuk membawa barang itu ke Kota Medan, untuk I. "Modus mengemasnya juga beragam, terakhir ini dikemas ke dalam bingkisan snack," bebernya.
Terpisah, AS yang sempat diwawancarai GoRiau.com mengaku kalau dirinya hanyalah sebagai kurir dan sudah lima kali sukses menyusupkan sabu, dengan modus beragam. "Kadang di dalam bungkusan gula, kadang bungkusan biskuit. Naik bus ke Medan bang," ungkap AS.
Masih terkait ini, Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza menyebutkan, bahwa para kurir narkoba, memiliki banyak cara dalam mengemas dan menjajakan sabu, baik di Pekanbaru dan kota lainnya. "Ini ada sekitar 1 bulan kita ikuti (AS). Modusnya beda-beda. Penyidikan sementara ini, sabu tersebut hendak di edarkan ke Medan," tukas Kasat Narkoba.***