
PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Putri Varadina menyambut positif langkah Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perhubungan yang mengoperasikan layanan bus sekolah gratis. Fasilitas yang mulai bergulir awal tahun ajaran 2026/2027 ini dinilai sangat membantu para siswa yang kesulitan mengakses sarana transportasi menuju sekolah.
"Ya, mudah-mudahan bus ini dapat beroperasi sebagaimana mestinya dan bisa membantu memudahkan anak-anak untuk bersekolah," sebut Putri kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Meski memberikan apresiasi, pihak legislatif mengingatkan agar layanan tersebut tidak sekadar euforia di tahap awal. Kesuksesan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah dalam mempertahankan serta meningkatkan cakupan layanan. Ia berharap Pemerintah Kota Pekanbaru tidak hanya mempertahankan dua unit bus yang ada, melainkan terus menambah armada baru.
Putri menilai masih banyak titik di wilayah kota tersebut yang mendesak membutuhkan angkutan khusus pelajar. Terutama bagi kawasan permukiman yang belum terlayani secara maksimal oleh Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) maupun sekolah-sekolah yang letaknya di jalan akses terbatas.
"Mudah-mudahan kapasitasnya bisa bertambah, terutama di daerah-daerah yang memang membutuhkan transportasi karena mungkin Bus Trans Metro Pekanbaru tidak memadai atau ukurannya tidak bisa sampai ke sekolah-sekolah yang berada di jalan lebih kecil," paparnya.
Ketersediaan armada gratis ini dipandang strategis karena tidak sekadar memperlancar mobilitas pergerakan peserta didik. Kehadirannya juga memberikan keringanan langsung bagi orang tua dalam menekan biaya pengeluaran transportasi harian keluarga.
"Kita berharap operasionalnya terus ditingkatkan sehingga bisa menjangkau daerah-daerah yang belum terlayani oleh Bus Trans Metro Pekanbaru," sambungnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru telah resmi menjalankan operasional layanan transportasi khusus ini sejak Senin (13/7/2026). Momentum peresmian tersebut bertepatan langsung dengan hari perdana masuk sekolah bagi peserta didik.
Sebagai langkah perdana, Dinas Perhubungan menurunkan dua unit kendaraan berkapasitas masing-masing 19 penumpang. Angkutan pendidikan tersebut melayani para siswa dari tujuh sekolah, meliputi SMP Negeri 1, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 10, SMP Negeri 14, SD Negeri 36, serta SD Negeri 51 Pekanbaru.
Rute perlintasan kendaraan dimulai dari SMP Madani di Jalan Jenderal Sudirman. Perjalanan kemudian berlanjut menyusuri Jalan Harapan Raya, kawasan Kecamatan Kulim, Jalan Hang Tuah, area Pasar Lima Puluh, menuju Komplek Sekolah Sultan Syarif Qasim dan Sutomo sebelum akhirnya bermanuver kembali ke titik awal keberangkatan. ***