BAGANSIAPIAPI - Tercatat lebih dari seribu orang sarjana yang berasal dari Rohil di wisuda oleh universitas ternama yang terbesar diseluruh Indonesia. Sebesar 90 persen dari jumlah tersebut kembali pulang kampung.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Rohil Habib Nur, merasa miris dengan hal ini. Apalagi dengan tipis nya ketersedian lowongan kerja di Rohil ini. Padahal status sarjana yang pulang kampung tidak sedikit setiap tahunnya.

Untuk itu ia meminta kepada Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnaker) Rohil untuk mendata ulang perusahaan yang beroperasi di wilayah Rohil untuk dapat mempekerjakan tenaga lokal.

Setiap tahunnya Rohil itu melahirkan para sarjana dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu tamatan sekolah menengah atas juga banyak yang sedang menunggu lowongan kerja di Rohil ini, “kata Habib.

Ia berharap nantinya ada ketegasan dari pihak Disnaker kepada pihak perusahaan yang beroperasi di Rohil untuk bisa memakai tenaga lokal di perusahaannya sebagai tenaga handal. Agar paradigma masyarakat bisa berubah, tidak hanya bergantung kepada tenaga honor saja.

Jangan hanya mau menjadi tenaga honor, jika itu yang dikejar setelah selesai kuliah atau sekolah, kemakmuran kehidupan rumah tangga itu akan lambat berkembangnya. Jika bisa jadi pengusaha itu lebih menjanjikan, “kata Habib.

Untuk itu dirinya berharap kepada Pemkab untuk mensosialisasikan kepada masyarakat hanya tidak hanya berpikir semata bekerja jadi tenaga honorer yang tentunya dengan membuka lapangan kerja baru. Terlebih dengan adanya isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), oleh perusahaan yang beroperasi di Rohil. Ini harus diantisipasi, agar lonjakan pengangguran di Rohil bisa diatur. Seperti mengadakan pelatihan kewirausahaan kepada masyarakat. (Adv/DPRD)