TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menilai bahwa selama ini apa yang telah dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil tidak terpampang nyata, atau tepatnya tidak pernah terlihat apa yang dilakukan oleh Badan ini.

Seperti yang dikatakan Anggota Komisi 4 DPRD Inhil, Surya Lesmana bahwasanya dirinya pribadi tidak melihat peran nyata yang telah dilakukan BP3AKB Inhil selama ini.

''Saya saja tidak melihat, apa lagi masyarakat awam. Sampai mereka bertanya, BP3AKB ini ngurusin apa sich,'' tukas Politisi Partai Demokrasi Indonesia Persatuan ini.

Surya Lesmana mengatakan, seharusnya BP3AKB membuat suatu terobosan baru yang sifatnya tindakan nyata sehingga masyarakat Inhil mengetahui apa yang dikerjakan oleh salah satu instansi di Pemerintahan Kabupaten Inhil ini.

''Buat kegiatan pelatihan ibu-ibu memasak atau apalah gitu, jangan sosilisasi-sosialisasi atau bagi-bagi pil KB saja. Kita tidak mau dana yang sudah dikucurkan itu habis untuk administrasi perkantoran saja,'' cetus Surya Lesmana.

Mengingat APBD Inhil sudah disahkan, Surya Lesmana berharap kedepannya di APBD-P 2015 dan APBD Murni tahun 2016, BP3AKB lebih banyak membuat kegiatan yang sifatnya menyentuh langsung kepada masyarakat sehingga dana yang diberikan kepada BP3AKB bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Inhil.

Sementara itu, Kepala BP3AKB Inhil, Djamillah menanggapi hal itu mengatakan bahwa dirinya sependapat dengan apa yang direkomendasikan oleh Anggota Komisi 4 DPRD Inhil tersebut, dan hal itu akan dijadikan masukan bagi BP3AKB untuk perbaikan kedepannya.

''Kami menerima masukan yang sangat berharga itu, jadi saya pikir sudah saatnya kita bicara soal kualitas. Sehingga Badan yang saya pimpin ini tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pihak manapun,'' tutup Djamilah.(ayu)