PEKANBARU – Rencana keterlibatan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dalam pembangunan sejumlah ruas jalan di Kota Pekanbaru mulai mencuat. DPRD Kota Pekanbaru menyebut sedikitnya ada sekitar 20 ruas jalan yang direncanakan akan mendapat dukungan.

Informasi itu mengemuka seusai pertemuan antara Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (15/6/2026).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Nurul Ikhsan, mengatakan keterlibatan HKI berpotensi membantu percepatan pembangunan infrastruktur jalan tanpa sepenuhnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Dari penjelasan yang kami terima, ada beberapa ruas jalan yang akan dibangun melalui dukungan HKI. Kalau tidak salah jumlahnya sekitar 20 ruas jalan," kata Nurul kepada awak media.

Menurut dia, keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan jalan dapat memberikan ruang fiskal yang lebih longgar bagi Pemerintah Kota Pekanbaru.

"Kalau kita hitung, pembangunan satu kilometer jalan bisa membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar. Dengan adanya dukungan pembangunan dari HKI, tentu ada anggaran daerah yang bisa dihemat dan dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya," ujarnya.

Meski demikian, Nurul menilai percepatan pembangunan jalan tidak boleh dilakukan tanpa memperhatikan persoalan lain yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, yakni sistem drainase.

Menurutnya, jalan yang bagus tidak akan bertahan lama apabila masih sering terendam genangan air saat hujan turun.

"Yang menjadi catatan kami, pembangunan jalan harus dibarengi dengan percepatan pembangunan drainase. Jangan sampai jalannya bagus, tapi setiap hujan masih tergenang karena saluran airnya tidak berfungsi dengan baik," katanya.

Persoalan drainase, lanjut Nurul, telah disampaikan langsung kepada Dinas PUPR dalam pertemuan tersebut. Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan yang menyebabkan kerusakan jalan terus berulang.

"Kami sudah sampaikan kepada PUPR agar drainase menjadi perhatian serius. Karena salah satu penyebab jalan cepat rusak adalah genangan air yang tidak tertangani dengan baik," ujarnya.

Menurut Nurul, sejumlah kegiatan pembangunan drainase saat ini juga mulai berproses melalui mekanisme pengadaan pemerintah. Ia berharap proyek-proyek tersebut dapat segera berjalan sehingga manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan lebih maksimal oleh masyarakat.

"Hari ini beberapa kegiatan drainase sudah mulai tayang dalam proses pengadaan. Kita berharap pengerjaannya bisa segera dilakukan agar persoalan jalan dan genangan air bisa diselesaikan secara bersamaan," katanya.

Terkait lokasi ruas jalan yang akan mendapat dukungan pembangunan dari HKI, Nurul akui tidak mengetahui secara keseluruhan. Namun salah satu yang dia ingat ialah ruas Jalan Cendrawasih di Kecamatan Marpoyan Damai.

"Lokasi lengkapnya belum kami terima secara detail. Tapi memang ada beberapa ruas yang telah disampaikan dalam rapat tadi dan salah satunya berada di Jalan Cendrawasih," ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pemerintah Kota Pekanbaru memang tengah menggesa program perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Sejumlah ruas yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat mulai diperbaiki melalui APBD maupun sumber pembiayaan lainnya.

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah, keterlibatan HKI dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan jalan. Namun bagi DPRD, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari panjang jalan yang berhasil diperbaiki, melainkan juga sejauh mana pembangunan tersebut mampu bertahan dan tidak kembali rusak akibat persoalan drainase yang belum terselesaikan. ***