
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Persoalan keamanan tapal batas antara Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu mendapat sorotan dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) perwakilan Provinsi Riau Intsiawati Ayus, SH, MH. Untuk itu, Ia mengunjungi Polres Inhil, guna mengetahui kronolis kejadian.
"Kedatangan saya ke Inhil ini di antaranya untuk menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat Keritang, melalui camatnya yang meminta agar masalah ini segera diselesaikan," ungkap Intsiawati saat berkunjung ke Mapolres Inhil, Senin (6/1/2014) lalu.
Intsiawati menyatakan dirinya siap menjadi fasilitator baik bagi para pihak yang bersengketa, juga memediasi pihak Pemkab dan Provinsi. Kemudian menjembataninya ke pemerintah pusat melalui Mendagri.
Masalah konflik ini, lanjut Intsiawati disamping perlu dilihat secara mendalam juga perlu melakukan pendekatan komprehensif. Karena bukan saja soal sengketa alas hak tapi juga berdimensi politik.
Oleh karena itu, Intsiawati langsung turun ke Inhil untuk menyerap informasi secara lengkap dari berbagai pihak. Mulai dari tingkat Muspida, tokoh masyarakat hingga masyarakat lapisan terbawah.
Sementara itu, Polres Siak berharap kepada Intsiawati agar sesegara mungkin menyelesaikan konflik yang terjadi. Kapolres Inhil AKBP Suwoyo, S.IK, MSi khawatir timbul konflik yang luas kalau permasalahan ini berlarut-larut.
"Jangan sampai terjadi seperti di Sambas,konflik meluas terjadi karena penanganannya lambat dan berlarut-larut dari Pemerintah,"ungkap Kapolres Inhil,AKBP Suwoyo S.IK, MSi.
Walaupun wilayah perbatasan antara Inhu - Inhil, kata Kapolres saat ini sudah cukup kondusif, tinggal menunggu penyelesaian dari pemerintah saja.
"Kami dari pihak Polres membuka komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat," lanjut Kapolres yang baru menjabat tiga bulan tersebut.
"Dengan begitu, gejala sekecil apapun dapat dilaporkan masyarakat dan segera kami pantau. Saya secara pribadi memberikan no kontak BB (Blackberry, red) kepada masyarakat umum. Sehingga saya bisa menerima laporan dari masyarakat selama 24 jam. Bagi kami kesiapsiagaan itu penting. Sehingga setiap kejadian bisa diantisipasi." Tegasnya.(rls)