
DUMAI, GORIAU.COM - Keluarga almarhum Wan Amir menolak secara tegas wacana Pemerintah kota Dumai untuk merubah jalan Wan Amir menjadi jalan Gatot Subroto, hal itu dipicu kekesalan keluarga almarhum yang tidak ingin jasa orang yang disebut-sebut sebagai tokoh awal mulanya terbentuk Kelurahan Purnama hilang dari sejarah.
Penolakan pergantian nama jalan Wan Amir menjadi jalan Gatot Soebroto oleh ahli waris almarhum Wan Amir, hingga saat ini belum mendapat tanggapan dari pemerintah."Jika permintaan ahli waris tidak kunjung ditanggapi, pemerintah justru akan dituntut sebagai pencuri lahan milik warganya sendiri." ujar Wan Amri anak dari almarhum Wan Amir kepada GoRiau.com Selasa, (14/1/2014).
Menurut Wan Amri, anak ketiga dari almarhum Wan Amir tersebut, lahan milik Wan Amir terletak sepanjang 3000 meter dan luas 750 meter, dimulai dari Pelabuhan TPI Purnama sampai dengan tikungan jalan masuk kedalam Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.
Wan Amri menjelaskan, dibangunnya jalan oleh masyarakat Kelurahan Purnama dan Bukit Timah, sesuai aliran parit besar yang dibangun oleh almarhum Wan Amir, untuk akses jalan warga pada tahun 1972. Sedangkan pada tahun 1975, pemerintah melakukan penimbunan jalan setapak yang dibangun warga saat itu, agar dijadikan jalan milik pemerintah, tanpa diketahui adanya pemberitahuan atau undangan dari pemerintah terkait penggunaan jalan. Sayangnya pada tahun 1973 Wan Amir tutup usia.
"Mulai saat itulah pemerintah menetapkan jalan yang sebelumnya bernama jalan Parit Wan Amir menjadi Jalan Wan Amir. Sejumlah bangunan swasta bahkan bangunan pemerintah salah satunya Terminal AKAP Dumai, berdiri seiring bergeliatnya pembangunan di Kota Dumai." tambah Wan Amri.
Berbagai cara sudah dilakukan ahli waris Wan Amir, namun pemerintah seolah tidak perduli. Bahkan pemerintah kini menggantikan nama jalan Wan Amir menjadi jalan Gatot Soebroto."Sampai kapan pun kami akan menuntut penggunaan jalan Wan Amir dijadikan jalan pemerintah, karena tidak ada persetujuan atau pun izin pembangunan jalan oleh ahli waris. Kami bukan tidak ada itikad baik, tetapi pemerintah tidak menanggapi keinginan kami selaku ahli waris untuk dapat menyelesaikan sengketa ini," ujar Amri.
Ditambahkan Amri, pihak keluarga dari ahli waris Wan Amir, secara terang-terangan menolak pergantian nama Jalan Wan Amir, menjadi Jalan Gatot Soebroto. Penolakan dilakukan berdasarkan tidak ada permintaan izin pihak pemerintah kepada ahli waris, terkait penggantian nama jalan.
"Ayah saya almarhum Wan Amir adalah salah seorang tokoh terbentuknya Kelurahan Purnama. Apalagi sampai detik ini jalan utama yang melintang ditengah lahan mengikuti alur parit sepanjang 3000 meter, belum pernah memintan izin membangun jalan, sudah selayaknya nama jalan Wan Amir tidak diganti menjadi jalan Gatot Soebroto," ulas Wan Amri.
Sementara, menurut ahli waris lain Wan Fauzi, pihaknya akan mencabut plang nama Jalan Gatot Soebroto, jika pemerintah tidak segera menyikapi aksi dan keinginan ahli waris Wan Amir, yang merasa hak-haknya terzalimi.(egy)