
PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru bergerak cepat membersihkan fasilitas halte yang menjadi sasaran aksi vandalisme di sejumlah titik kota. Salah satunya adalah halte bus di Jalan Arifin Ahmad, tepat di depan Riau Creative Hub (RCH), yang sebelumnya dipenuhi coretan cat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan pembersihan dilakukan setelah mendapat instruksi langsung dari Wali Kota Pekanbaru.
“Tadi Pak Wali Kota memerintahkan kami untuk mengecek seluruh halte yang dicoret-coret akibat aksi vandalisme oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kami langsung menindaklanjuti dengan menyisir halte-halte yang ada,” kata Masykur saat dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (13/1/2026) sore.
Menurut Masykur, tim Dishub sejak siang hari telah melakukan pembersihan di sejumlah halte, termasuk halte di sekitar RCH dan beberapa titik lain di Jalan Arifin Ahmad. Metode pembersihan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi permukaan halte.
“Mana yang bisa dicat, kita cat kembali ke warna dasar. Mana yang bisa dibersihkan, kita bersihkan pakai tiner. Alhamdulillah, anggota sudah bekerja dan halte-halte yang dicoret sudah kita benahi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari hasil penyisiran sementara, aksi vandalisme tidak hanya terjadi di satu lokasi. Beberapa halte lain di Jalan Arifin Ahmad, seperti halte Sampoerna dan halte RCH, juga ditemukan mengalami coretan serupa.
“Kita temukan ada beberapa halte yang dicoret-coret. Saat ini tim masih melakukan penyisiran sekaligus pendataan di seluruh halte yang sudah kita miliki,” kata Masykur.
Selain pembersihan, Dishub Pekanbaru juga membuka peluang penambahan kamera pengawas (CCTV) di halte-halte sebagai langkah pencegahan vandalisme ke depan. Namun, pemasangan CCTV akan dilakukan melalui koordinasi lintas dinas.
“Ke depan bisa saja kita tambah CCTV. Saat ini CCTV di kota sudah terpasang di beberapa titik, dan nanti akan kita koordinasikan dengan Dinas Kominfo karena pemasangan CCTV berada di bawah kewenangan mereka,” ujarnya.
Terkait anggaran, Masykur menyebut rencana tersebut pada prinsipnya sudah ada di Dinas Kominfo. Dishub akan mendorong agar halte-halte publik menjadi salah satu prioritas pengawasan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah.
“Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga fasilitas publik seperti halte. Jangan melakukan aksi vandalisme, karena itu jelas merusak dan tidak benar,” kata Masykur.
Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub juga telah menginstruksikan petugas melakukan patroli, terutama pada malam hari dan waktu-waktu rawan.
“Saya sudah perintahkan anggota untuk patroli dan melakukan pengawasan,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi vandalisme kembali menjadi sorotan setelah sejumlah halte bus di Kota Pekanbaru dicoret-coret, termasuk halte di depan Riau Creative Hub (RCH), Jalan Arifin Ahmad. Pantauan di lokasi, Senin (12/1/2026), dinding halte tampak penuh coretan berwarna hijau di bagian dalam, sementara dinding luar terdapat coretan bergambar bunga.
Padahal, halte tersebut baru selesai direnovasi sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercantik fasilitas publik dan wajah kota. Kondisi ini memicu keluhan warga.
“Padahal baru direnovasi, tapi sudah dicoret-coret. Sebenarnya lebih bagus kalau dibiarkan polos,” ujar Rani, salah seorang warga.
Selain halte, coretan vandalisme juga ditemukan di beberapa halte lain serta di sejumlah titik flyover di Kota Pekanbaru. Warga menilai aksi tersebut tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga bertolak belakang dengan upaya penataan ruang publik yang sedang gencar dilakukan pemerintah. ***