JAKARTA – Jelang laga krusial Liga Champions antara Manchester City dan Borussia Dortmund, perhatian tertuju pada sosok Erling Haaland. Penyerang asal Norwegia itu akan kembali berhadapan dengan mantan klubnya di Stadion Etihad, Kamis (5/11/2025) pukul 03.00 WIB.

Pelatih Pep Guardiola tak ragu melontarkan pujian tinggi untuk anak asuhnya tersebut. Dalam konferensi pers menjelang laga, Guardiola menyebut Haaland sebagai pemain langka: berkelas dunia, namun tetap rendah hati.

“Sulit menemukan pemain kelas dunia sejati yang luar biasa rendah hati dan memikirkan apa yang terbaik untuk tim,” ujar Guardiola, dikutip dari laman resmi klub.

Menurut Guardiola, meski Haaland dikenal tajam di depan gawang, sang penyerang selalu menempatkan kepentingan tim di atas ambisi pribadi. “Saya tahu dia ingin mencetak gol, tapi saya merasa dia selalu menginginkan yang terbaik untuk tim. Dan itu sulit ditemukan,” sambungnya.

Pujian Tinggi, Tapi Tetap Fokus

Guardiola juga menilai peran Haaland tidak hanya dalam mencetak gol, tetapi juga dalam membangun keseimbangan permainan. Pemain berusia 25 tahun itu dianggap sangat berpengaruh dalam situasi bola mati dan pertahanan.

“Kehadirannya di bola mati luar biasa. Dia tinggi, agresif, dan membantu kami bertahan. Tapi kami juga harus berhati-hati mengatur bebannya karena dia pemain besar yang tak bisa terus-menerus bermain setiap tiga hari,” jelas Pep.

Guardiola menambahkan, keberhasilan tim musim ini juga bergantung pada bagaimana mereka menjaga kebugaran Haaland agar tetap optimal sepanjang musim.

Respons Kalem Haaland

Mendengar pujian dari sang pelatih, Haaland menanggapinya dengan tenang. Ia menolak terbuai dengan sanjungan dan menegaskan tetap berfokus pada kerja tim.

“Saya tidak pernah berubah. Saya hanya ingin membantu tim menang,” ucap Haaland singkat namun tegas.

Meski menjadi sorotan utama di laga nanti, Haaland memilih untuk tetap merendah. Ia menilai pertandingan melawan Dortmund bukan soal dirinya, tetapi tentang bagaimana Manchester City menjaga momentum kemenangan di Eropa. ***