JAKARTA  – Pernyataan Presiden, Prabowo Subianto, yang menegaskan siap menanggung tanggung jawab atas utang proyek kereta cepat Whoosh memantik perhatian Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

JK menilai pernyataan Prabowo itu wajar dan tidak perlu dipermasalahkan. Menurutnya, proyek besar negara seperti Whoosh memang lazim menggunakan pembiayaan dari pinjaman.

"Itu proyek besar memang (dibiayai) dengan utang," ujar JK kepada wartawan di Makassar, Rabu (5/11/2025).

Ia menambahkan, berutang bukanlah masalah selama mampu membayar. Bahkan dengan nada ringan, JK mencontohkan dirinya juga memiliki utang.

"Semua orang bisa berutang, selama bisa bayar. Saya juga banyak utang, tapi saya bayar," tuturnya sambil tersenyum.

Respons Santai Soal Pernyataan Prabowo

Menanggapi sikap Presiden yang menyatakan siap bertanggung jawab atas penyelesaian utang Whoosh, JK menilai hal itu sah-sah saja.

"Ya, terserah lah," ucapnya singkat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah tidak perlu khawatir terhadap beban utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung tersebut. Ia memastikan negara memiliki kemampuan membayar, dengan memanfaatkan hasil efisiensi anggaran dan dana hasil sitaan kasus korupsi.

"Saya sudah katakan, Presiden Republik Indonesia yang ambil alih, tanggung jawab. Jadi tidak usah ribut. Kita mampu, kita kuat. Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi, saya hemat," kata Prabowo.

Prabowo juga meminta masyarakat tidak terlalu memperdebatkan soal utang Whoosh. Menurutnya, Indonesia adalah negara besar dengan sumber daya yang cukup untuk melunasi kewajiban tersebut. ***