
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Siak menyayangkan beberapa perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Siak tidak peduli dengan kebakaran hutan dan lahan di wilayah konsesinya. Kondisi ini dinilai sangat tidak etis.
"Terutama PT. Ekawana Dharma Lestari yang mempunyai HGU di Mempura. Saat lahannya terbakar hingga menghanguskan hutan konservasi di konsesinya, perusahaan entah kemana," ujar Wakil Bupati Siak Drs. H. Alfedri, MSi saat mengekspos penanganan Karhutla di Kabupaten Siak, Selasa (25/3/2014) di Kediaman Bupati.
Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Komandan Satgas Karhutla Mayjen Iskandar M Sahli, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Fatchul Hadi, Kapolda Riau Brigjen Pol Condro Kirono, Sekda Riau Zaini Ismail dan beberapa pejabat se-lingkungan Pemkab Siak. Selain itu, juga hadir perwakilan dari perusahaan kayu yang beroperasi di Siak.
Menurut Alfedri, PT. Ekawana telah mengkonfirmasi ke Pemkab Siak tentang keterbatasan alat pemadam yang mereka miliki. Akibatnya, mereka tidak mampu memadamkan Karhutla di konsesi mereka.
Dari kebakaran yang terjadi kemaren, Alfedri berharap PT. Ekawana memiliki kepedulian dengan bencana ini. Sehingga, karhutla tidak meluas dan menjalar ke lahan masyarakat. "Untuk PT. Ekawana, harus ditambah alat pemadamnya," tegas Alfedri.
Senada dengan Alfedri, Mayjen Iskandar MS juga berharap hal yang sama. Jika tidak, pemerintah perlu mengkaji ulang tentang HGU yang dikeluarkan. "Kalau PT. Ekawana tidak peduli, cabut HGU-nya," tegas Iskandar.
"Ini tidak hanya untuk PT. Ekawana, tetapi untuk seluruh perusahaan yang ada," ulas Iskandar.
Jika izin HGU tidak ingin dicabut, lanjut Iskandar, maka perusahaan harus menyiapkan peralatan pemadaman. Sehingga, ketika ada bencana Riau sudah siap.
Terkait peralatan pemadaman, Kapolda Riau Mayjen Pol Condro Kirono berharap perusahaan mengganggarkan setiap tahunnya. "Misalnya, untuk tahun ini ada sekian unit. Pada tahun berikutnya harus ada dua kali lipat," tegas Condro.
"Sehingga, dari tahun ke tahun tidak itu saja alat Damkarnya," ulas Condro.
Sementara itu, utusan PT. Ekawana enggan berkomentar banyak terkait kritikan yang disampaikan Wabup. Mereka menganggap sebagai sebuah masukan yang positif untuk perusahaan. Pesan itu akan ia sampaikan ke manajemen perusahaan.(san)