
PEKANBARU – Isu oknum polisi dari Polres Kampar menganiaya remaja tunanetra dibantah Polres Kampar.
Danru Tim Tembak Polres Kampar, Ipda Alfanur, membenarkan kalau pihaknya sempat bertemu dengan remaja tunanetra dimaksud.
Tim Tembak Polres Kampar mendapati remaja tunanetra itu bersama dua orang rekannya mengendarai motor di Jalan Ahmad Yani Kota Bangkinang, pada hari Sabtu (26/2/2022) malam, sekira pukul 22.00 WIB.
“Saat melaksanakan patroli, tim mendapati remaja yang mencurigakan di lokasi, sedang mengendarai sepeda motor Mio GT tanpa plat nomor dan berbonceng tiga,” kata Ipda Alfanur, Rabu (2/3/2022).
Kemudian saat akan dihentikan, remaja yang berbonceng tiga itu tidak kooperatif dan berusaha melarikan diri. Selanjutnya langsung dikejar oleh Tim Tembak Polres Kampar.
"Setelah dilakukan pengejaran dan dihadang, remaja ini juga tidak mau berhenti dan menabrak sepeda motor salah satu personil tim tembak, hingga terjatuh dan kaca spionnya pecah,” lanjut Alfunur.
Setelah menabrak salah satu personil tim tembak hingga terjatuh, kemudian ketiga remaja ini diamankan di pinggir jalan sembari diberikan arahan kemudian dibawa ke Polres Kampar, dan diketahui salah satu remaja yang duduk di tengah saat bonceng tiga merupakan seorang tuna netra (buta).
"Saat diamankan di lokasi, tidak ada satupun personil tim tembak Polres Kampar yang melakukan penamparan terhadap ketiga remaja tersebut seperti yang diisukan," jelas Ipda Alfunur.
Terakhir kata Alfanur, setelah dilakukan pemeriksaan di Polres Kampar, ternyata kendaraan yang digunakan 3 remaja itu tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi.
“Setelah diperiksa kelengkapan sepeda motornya, ternyata tidak ada kelengkapan dan bahkan plat nomor (TNKB) juga tidak ada terpasang di sepeda motornya, selanjutnya dilakukan tindakan berupa penilangan," tutup Alfanur. ***