PEKANBARU, GORIAU.COM - Besarnya potensi tanaman kenaf menjadikan SMK 3P Kampar Timur berminat untuk menjadikan tanaman kenaf sebagai bahan riset para peserta didiknya. Tidak tanggung-tanggung, pihak sekolah menyediakan lahan seluas 10 hektar dalam rangka pengembangan tanaman ini.

Pihak sekolah memfokuskan riset ini adalah pengembangan daun kenaf sebagai bahan baku pembuatan makanan jelly, pengembangan daun kenaf sebagai pakan ternak/ikan dan juga tentang produktifitas tanah setelah pengikatan Nitrogen (N2) oleh kenaf dari udara.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK 3P Kampar Timur, Hasan Basri Jamil, pada saat kunjungan dan silaturahmi mereka dengan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Jumat (18/5).

Hasan mengungkapkan, SMK 3P sebagai sekolah yang berorientasikan kepada pengembangan agrobisnis sangat tertarik dengan tanaman serat ini. Setelah mereka mengetahui bahwa Disbun Riau telah menjadikan tanaman ini sebagai tanaman sela untuk meningkatkan pendapatan petani di Riau, maka mereka melakukan pengumpulan data dan informasi seputar tanaman ini. Ternyata, mereka terkejut dengan potensi yang dimiliki oleh kenaf. Menurut Hasan, kenaf itu tidak ada yang bersisa atau semua komponen dapat diolah menjadi produk. Namun dia mengungkapkan bahwa SMK 3P sangat tertarik untuk melakukan riset tentang daun kenaf yang dapat dijadikan makanan pengganti (jelly), daun kenaf dan sisa air rendaman kulit kenaf sebagai pakan ternak/ikan dan juga produktifitas tanah setelah Nitrogen (N2) yang diikat oleh akar kenaf yang mudah hancur dan menjadi humus.

''Kalau kulit kenaf yang dapat diolah menjadi produk benang atau bahan dashboard mobil itu sudah umum. Namun kami sebagai sekolah berbasiskan agrobisnis sangat tertarik untuk melakukan riset tentang daun kenaf yang dapat dijadikan makanan pengganti dan juga pakan ternak. Namun bukan berarti kami tidak tertarik dengan produk turunan yang lainnya,'' terang Hasan.

Untuk merealisasikan idenya tersebut, pihak yayasan telah menyediakan lahan seluas 10 hektar sebagai tempat percobaan penanaman kenaf dan juga tempat praktek bagi pelajar untuk mempelajari lebih jauh potensi kenaf tersebut.

Hasan Basri juga menambahkan kedatangan dia dan tim menemui Kadisbun Riau untuk menanyakan secara langsung progress terbaru pengembangan kenaf di Provinsi Riau.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS, saat ditemui usai kunjungan pihak sekolah SMK 3P tersebut mengungkapkan cukup bangga jika ada sekolah yang tertarik untuk melakukan riset tentang tanaman kenaf ini. Disbun Riau, sebagai stakeholder pendorong pengembangan tanaman kenaf di Riau sangat terbantu jika hasil riset ini dapat berbuah manis dan dapat menjadi pilihan produk turunan dari kenaf nantinya.

"Kita sangat mengapresiasi dengan langkah maju yang dibuat oleh sekolah tersebut dalam rangka pengembangan tanaman kenaf ini. Disamping dapat meningkatkan kompetensi pelajar dalam dunia agribisnis, maka diharapkan juga hasilnya riset mereka nanti dapat menjadi produk turunan dari tanaman ini sehingga petani semakin yakin untuk mengembangkan tanaman ini. Untuk itu, Disbun Riau siap mendampingi SMK 3P,'' ungkap Zulher. (rls)