RENGAT - Pucuk pimpinan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Rengat, Kanwil Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Riau resmi berganti, Jumat (3/10/2025).

Setelah 1 tahun 29 hari memegang tongkat komando kepemimpinan Rutan Kelas IIB Rengat, Ridar Firdaus Ginting, dimutasi dan menduduki jabatan promosi sebagai Kabid Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Jawa Barat.

Posisi Kepala Rutan Rengat saat ini dijabat oleh juniornya, Dedi Irawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Keamanan dan Administrasi Lapas Kelas II B Marta Pura, Sumatera Selatan.

Hal itu terungkap dalam serah terima jabatan Kepala Rutan yang dipimpin langsung, Suroto, selaku Kabid Pelayanan dan Pembinaan pada Dirjen Pemasyarakatan, Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Riau.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj Sekda Inhu H Syahrudin, unsur Forkopimda, Kapolsek Rengat Barat, Camat, Ketua LAMR, tokoh agama serta tamu undangan lainnya.

Saat menyampaikan pesan dan kesan, Ridar Firdaus Ginting, mengaku sangat senang dan bangga menjadi bagian dari warga Indragiri Hulu. Karena selama menjalankan yugas sebagai Kepala Rutan Rengat, dirinya mengaku mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur.

Baik itu dari unsur Pemerintah dan Forkopimda, maupun dari para tokoh yang ada, termasuk masyarakat. Dan diperkuat oleh insan pers yang selalu memberikan suport positif dalam setiap kegiatan Rutan Rengat.

"Atas semua itu, hanya ucapan terimakasih yang dapat saya sampaikan, semoga hubungan baik ini terus terjalin walau sudah berada di daerah yang berbeda. Dan atas nama pribadi, saya mohon maaf atas kesalahan dan kekurangan saya selama bertugas di Kabupaten Inhu," singkat Ridar.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Rutan yang baru, Dedi Irawan, mengucapkan selamat atas promosi yang diterima seniornya itu. Dan kepada seluruh pihak, Dedi berharap agar dapat memberikan perlakuan yang sama terhdap dirinya.

"Saya harap, hubungan baik yang telah terjalin selama ini di Rutan Rengat, akan saya lanjutkan dan insyaallah akan kita tingkatkan lagi. Karena tanpa dukungan dari semua pihak, dirinya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa," singkat putra kelahiran Negeri Sriwijaya tersebut. ***