
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kemacetean terus terjadi di Simpang Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Riau. Pasalnya, Pemerintah Kota Pekanbaru maupun Provinsi ''buta'' dengan kondisi ini sehingga jalan dibiarkan berlobang tanpa ada upaya mengaspal.
Hingga malam ini, Sabtu (10/1/2015), lobang di jalan tersebut tetap menyebabkan kemacetan karena motor maupun mobil tak berani lewati dan harus menghindar jika ingin selamat.
Pantauan GoRiau.com di lapangan, lobang besar itu tepat berada di bawah lampu merah yang berada di depan Pasar Pagi Arengka. Lobang-lobang besar itu menganga hingga setengah dari badan jalan dengan kedalaman hingga 30 centimeter.
''Kondisi ini semakin parah selama sebulan terakhir, sebelumnya hanya ada lobang kecil, tapi lama kelamaan semakin besar terutama saat habis kena hujan,'' ujar Burhanuddin, warga Sidomulyo kepada GoRiau.com, Sabtu (10/1/2915) malam.
Dijelaskannya, simpang pasar pagi Arengka itu memang sedikit aneh karena selalu saja bermasalah. ''Dulu masalahnya pedagang sampai di tepi jalan, sekarang berlobang, jadi sama-sama menimbulkan macet,'' tambahnya.
Sebagai jalan protokol di ibukota provinsi, tentu hal ini sangat tidak masuk akal. ''Kalau jalan yang berada di pusat pemerintahan dan jaraknya hanya beberapa kilometer dari kantor walikota maupun gubernur, tidak pernah diperhatikan, bagaimana pula jalan di desa-desa. Pemerintah kita di Riau maupun Pekanbaru ini memang tidak peduli sama rakyat selain keinginan untuk korupsi. Kita kecewa berat dengan Pemko maupun Pemprov,'' ujarnya.
Lain lagi yang ungkapkan Indra, warga Panam, Pekanbaru kepada GoRiau.com. Menurutnya, selain jalan rusak, jalan itu juga sering menjadi arena melanggar aturan lalu lintas. ''Kalau lampu merah mati, simpang arengka itu jadi jalan macet karena semua kendaraan tak ada yang mau mengalah. Jangankan lampu merah mati, hidup saja, banyak kendaraan yang jalan ke tengah sehingga menghambat kendaraan lewat,'' jelasnya. ***