SELATPANJANG – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mulai memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar menegaskan pentingnya peran Kementerian Agama sebagai penjaga nilai kemanusiaan dan ketuhanan dalam arus kemajuan teknologi.

Pesan tersebut disampaikan Asmar saat memimpin apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kepulauan Meranti, Kamis (8/1/2026). Dalam momentum tersebut, Asmar menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah dan kompas moral.

"Algoritma masa depan tidak boleh hampa nilai. Kecerdasan buatan harus berpihak pada kemanusiaan dan ketuhanan, serta menjadi alat pemersatu, bukan pemicu polarisasi," tegas Asmar.

Menurutnya, AI membawa peluang besar bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Namun di sisi lain, tanpa penguatan nilai spiritual dan etika, teknologi berpotensi menciptakan jarak sosial, krisis empati, bahkan konflik baru di tengah masyarakat.

Dalam konteks itu, Asmar menilai Kementerian Agama memiliki peran strategis untuk memastikan transformasi digital berjalan seiring dengan penguatan moral, toleransi, dan moderasi beragama.

"Di era digital ini, agama harus hadir sebagai penuntun, bukan tertinggal. Kementerian Agama menjadi garda terdepan agar kemajuan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang terus mendorong transformasi digital melalui berbagai inovasi layanan keagamaan dan pendidikan. Digitalisasi tersebut dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Namun demikian, Asmar mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak semata diukur dari kecepatan sistem, melainkan dari sejauh mana teknologi mampu memperkuat persaudaraan, toleransi, dan keadilan sosial.

Mengakhiri amanatnya, Asmar mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, menjadi ASN yang profesional dan inovatif, tanpa kehilangan integritas serta empati dalam melayani umat.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Kepulauan Meranti pun menjadi refleksi penting bahwa di tengah gelombang AI dan digitalisasi, agama tetap menjadi jangkar nilai yang menjaga arah peradaban. ***