
JAKARTA - Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Federasi Rusia dalam berbagai sektor, termasuk energi, transportasi, dan kesehatan digital. Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat membuka forum Russia–Indonesia Business Dialogue 2025 dalam rangkaian St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) ke-28.
"Terdapat banyak potensi kerja sama yang perlu dikembangkan lebih lanjut, seperti mineral kritis, pengembangan baterai kendaraan listrik, hilirisasi produk sawit, hingga ekspor gandum dari Rusia," ungkapnya dalam keterangan resmi, Sabtu (21/6/2025).
Forum ini menjadi ajang penting dalam mempererat hubungan ekonomi Indonesia-Rusia. Beberapa sektor yang menjadi prioritas penjajakan di antaranya energi, pupuk, pangan, dana investasi negara (*sovereign wealth fund*), serta teknologi perbankan dan skema pembayaran digital.
Menurut Airlangga, Rusia juga menunjukkan minat tinggi terhadap proyek infrastruktur dan energi terbarukan di Indonesia. Ia turut menekankan pentingnya mempercepat finalisasi perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (*I-EAEU FTA*) secara substansial agar dapat ditandatangani dalam waktu dekat.
"Presiden Prabowo mendorong peningkatan konektivitas, termasuk pembukaan penerbangan langsung Moskow-Denpasar sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral," tambahnya.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas undangan partisipasi Indonesia dalam SPIEF 2025 dan menilai forum ini sebagai platform strategis untuk membangun dialog tingkat tinggi, memperluas peluang investasi, serta memperkuat kolaborasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Indonesia terbuka untuk melakukan diskusi komprehensif terkait pengembangan sektor perbankan dan keuangan bersama Rusia," ujarnya menutup sambutan. (ant)