SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kalau beberapa bulan belakangan di Selatpanjang banyak beca cinta, namun untuk saat sekarang sudah sulit dijumpai. Beca-beca yang disebut beca cinta itu kini sudah berevolusi menjadi beca happy.


Jika selintas, tidak ada yang perbedaan yang mencolok antara beca cinta dengan beca happy ini. Tapi, jika dilihat secara mendetil, maka sangat banyak perbedaannya.
Beca cinta biasanya dihiasi dengan lampu-lampu yang membentuk boneka, love, atau simbol-simbol yang unik dan menarik. Biasanya beca ini menggunakan dayung kaki (mengayuh layaknya naik sepeda, red). Ukuran penumpang juga terbatas sekitar 2 sampai 6 orang.
Tapi untuk beca happy, bisa memuat penumpang lebih dari 4 orang. Beca ini juga dilengkapi dengan mesin motor. Sehingga, pengguna tidak perlu capek-capek mengayuh, cukup memegang stir karena beca tersebut telah digerakkan oleh mesin.
Untuk menggunakan beca happy bermesin ini cukup membayar Rp70 ribu perjam nya. Namun, untuk beca cinta yang menggunakan kayu layak sepeda itu hanya Rp50 ribu perjam.
"Ya kalau yang pakai dayung tu becak cinta name nya, untuk memainkan cukup bayar Rp50 ribu, capek bawak becak itu. Tapi Kalau yang pakai batery namanya Becak happy bayar Rp70 ribu perjam. Menggunakan beca happy layaknya bawa mobil matic. Tadi malam kami dewasa 5 orang anak-anak 5 orang," ungkap Ria salah seorang pengguna becak happy kepada GoRiau.com.(zal)