
RENGAT, GORIAU.COM - Puluhan orang yang menamakan diri Gabungan Seluruh Elemen Masyarakat Inhu menggelar rapat gabungan di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Indragiri Hulu (Inhu) di Jalan Sultan Rengat, Sabtu (25/1/2014).
Dalam musyawarah tersebut mereka mendiskusikan, sekaligus menyikapi pemberitaan tentang dugaan skandal seks Bupati Inhu H Yopi Arianto yang kini beredar luas di tengah-tengah masyarakat, serta menimbulkan kehebohan.
''Musyawarah ini betujuan untuk membahas dan merumuskan, serta mencari solusi keresahan masyarakat atas kondisi saat ini. Jika semua diam dan tidak ada yang peduli, maka jelas Negeri Gerbangsari ini sudah mengalami krisis moral,'' ujar Ketua DPD KNPI Inhu, Supri Handayani dalam rilisnya, Minggu (26/1/2014).
Dalam musyawarah yang dipimpin Supri itu, disepakati beberapa point penting yang dijadikan sebuah petisi untuk kemudian ditindaklanjuti secara serius dan cepat. Mengingat kondisi ini adalah kondisi yang darurat.
Selain ormas pemuda dan mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh juga ikut ambil bagian dalam rapat tersebut.
Petisi tersebut mendesak agar dugaan skandal seks Yopi ini diusut tuntas oleh DPRD dengan segera membentuk Pansus. Jika nanti kasus itu terbukti benar, maka DPRD harus mengambil tindak tegas sesuai undang-undang.
Petisi ini memberi waktu kepada DPRD Inhu selama 3 x 24 jam untuk segera bersikap. Jika tidak, kata Supri, berbagai gabungan elemen masyarakat akan menduduki kantor DPRD Inhu.
''Kita menuntut penyelesaian masalah ini secara tegas, adil dan cepat,'' katanya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat Inhu dihebohkan oleh merebaknya pemberitaan tentang skandal seks Bupati Inhu Yopi Arianto.(jef)