
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau yang sudah dianggarkan sekitar Rp245 miliar untuk penyelenggaraan pemilihan Gubernur Riau 2013, ternyata gagal mensosialisasikan pelaksanaan Pilgubri kepada masyarakat. Dampaknya, tidak semua warga tahu kapan dilaksanakan pencoblosan.
Sistem sosialisasi Pilgubri 2013 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau ternyata kurang tepat. Dengan hanya memasang beberapa baleho, bahkan jumlahnya kalah jauh dengan baleho pasangan calon Gubernur, ternyata pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat tidak efektif.
Bukan hanya masyarakat kabupaten yang belum paham, di kota Pekanbaru sebagai ibukota provinsi ternyata masih ada masyarakat yang belum tahu kapan akan dilaksanakan pemilihan Gubernur Riau.
Pengamat Politik Saiman Pakpahan, Rabu (28/8/2013) mengakui kalau sosialisasi Pilgubri kali ini kurang ''greget'' karena sosialisasi hanya dilakukan di lapisan masyarakat atas dan terpelajar. Sementara di tengah masyarakat, sosialisasi sangat minim.
''Karena minimnya sosialisasi, wajar kalau masyarakat, bukan hanya di desa, tapi juga di kota Pekanbaru, yang tidak tahu kapan akan dilaksanakan Pilgubri,'' tambahnya.
Seharusnya, tambahnya, KPU Riau melakukan sosialisasi secara menyeluruh baik melalui baleho, spanduk, pamflet hingga brosur-brosur. Pasalnya, tidak semua masyarakat Riau mengenal sistem sosialisasi menggunakan baleho, apalagi kalau jumlahnya hanya sedikit.
Karena itu, dia mengkritik dengan anggaran yang sangat besar, seharusnya KPU Riau bisa bekerja lebih optimal sehingga tercapai tujuan diselenggarakannya Pilgubri. Dengan sosialisasi yang baik, maka angka golput atau tidak memilih akan berkurang.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang warga Kota Pekanbaru, Sulastri, Rabu (28/8/2013). Wanita berusia 30 tahun ini malah mengatakan, tidak mengetahui ini kapan Pilgubri dilaksanakan. ''Saya tidak tahu pasti kapan Pilgubri , tahunya hanya ada pemilihan gubernur, tapi kapan dilaksanakan saya tidak tahu,'' kata Sulastri.
Ia mengatakan, tidak hanya dirinya dan keluarga saja yang tidak tahu, beberapa tetangganya juga mengakui tidak tahu kapan dilaksanakan Pilgubri. ''Kalau nanti dikasih tahu, terutama oleh RT, kita pasti akan datang,'' ujarnya. (rdi)