JAKARTA - Kontingen Indonesia yang akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020 benar-benar luar biasa. Bukan hanya unik tetapi boleh juga paling keren dari kontingen Merah Putih sebelumnya.

Uniknya, dari 28 atlet yang tampil terdapat 3 atlet adalah trah jawara. Yakni, lifter Widya Cantika Aisah, lifter angkat besi putra Rahmat Erwin Abdulah, dan petembak putri Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba.

Kerennya, Kontingen Indonesia yang diperkuat enam wasit/juri salah satu di antaranya pakar nuklir yang akan bertugas di Olimpiade Tokyo 2020. Namanya memang tidak familiar di dunia olahraga. Namun, K.S Henri Indrayani Oka punya segudang prestasi yang tidak banyak diketahui. Bukan hanya tercatat menjadi pelatih yang memilik sertifikat Asian Shooting Confederation (ASC), tetapi dia juga tercatat sebagai juri yang memiliki lisensi International Shooting Sport Federation (ISSF).

Pria kelahiran Jembrana, Bali, 4 Januari 1979 lulusan S-1 Fakultas Teknik Nuklir/Fisika Teknik Universitas Gajah Mada (UGM). Bisa jadi Henri Oka panggilan akrab K.S Henri Indrayani Oka menjadi satu-satunya juri menembak yang lulusan nuklir dan fisika di Olimpiade Tokyo 2020.

Seperti diketahui lifter angkat besi putri, Windy Cantika Aisah yang akan turun di kelas 49kg adalah putri Siti Aisah yang juga mantan lifter. Siti Aisah pernah mencatat prestasi yang cukup membanggakan. Yakni, meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia di Amerika SeĊ•ikat 1987 dan perak Kejuaraan Dunia di Indonesia 1988.

Kemudian, lifter angkat besi putra Rahmat Erwin Abdulah yang akan turun di kelas 73kg. Rahmat benar-benar dari keluarga angkat besi. Dia merupakan anak semata wayang pasangan mantan lifter Erwin Abdullah dan Ami AB.

Prestasi kedua orang tua Rahmat Erwin Abdullah pun cukup cemerlang. Erwin Abdullah bukan hanya mengoleksi empat medali emas SEA Games tetapi juga perak Kejuaraan Asia di Bhusan, Korea Selatan 1995. Erwin yang ditangani pelatih Lukman (red-pelatih yang menangani Eko Yuli Irawan dan Deni) juga meraih perunggu Kejuaraan Dunia di Turki 1994 dan menembus Olimpiade Athena 2004. Sayangnya di Athena, Erwin tidak bisa turun karena cedera punggung.

Prestasi yang membanggakan juga diukir Ami AB. Bukan hanya mengoleksi medali emas SEA Games Chiangmai 1995 dan SEa Game Jakarta 1997, tetapi Ami AB juga meraih perak Kejuaraan Asia di Bhusan 2002.

Terakhir, atlet menembak putri Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba. Vika panggilan akrab Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba merupakan putri mantan atlet menembak nasional, I Gusti Ayu Putu Indra Dewi. Anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) ini merupakan peraih emas SEA Games Jakarta 1997 dan juara Olimpiade Militer 2015.
Selain ada keunikan tersebut, kita juga patut mencatat bahwa Eko menjadi satu-satunya lifter angkat besi dalam Kontingen Garuda yang tampil di Olimpiade.

Pada saat tampil pertama kali di Olimpiade Beijing 2008, Eko meraih perunggu. Hasil medali yang sama juga diraihnya pada Olimpiade London 2012. Kemudian, nedali perunggu itu ditingkatkan Eko menjadi medali perak pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Penulis : Azhari Nasution, wartawan Gonews.co Group. ***