
RUPAT UTARA - Mendadak pantai Beting Aceh menjadi trending topik pembicaraan netizen dalam sejumlah akun media sosial. Selain membicarakan keindahan pantainya, pemerintah setempat kurang mengelolanya serta harus bertanggungjawab dan Beting Aceh dituding juga memakan korban jiwa, yakni 2 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau, Selasa (9/8/2016) siang saat melakukan peninjauan penanaman pohon disekitar pantai.
Hal ini ditepis langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bengkalis, H Eduar MPSa melalui GoRiau.com, Rabu (10/8/2016). Dikatakannya tenggelamnya dua mahasiswa UIN Suska Riau tersebut murni karena kecelakaan dan bukan karena Beting Aceh meminta tumbal dengan menelan korban jiwa.
"Dari sisi mana pemerintah setempat harus bertanggung jawab atas musibah ini. Kecelakaan itu murni karena faktor alam, dimana saat mereka sedang berenang di pantai itu, terbawa arus laut yang deras. Masyarakat yang mendengar musibah ini harusnya dapat menelaah dengan cerdas, sebab akibat dari kecelakaan tersebut," ujar Eduar.
Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tengah gencar melakukan promosi pantai Beting Aceh yang hamparan lautnya sangat indah, untuk bisa dimasukan menjadi objek wisata Nasional di Indonesia.
"Namanya musibah memang tidak dapat terelakan. Namun ini semua menjadi pelajaran buat kita semua agar lebih berhati-hati bermain di tepi pantai. Pantai Beting Aceh ini sangat indah, sehingga menarik pengunjung untuk berenang disana. Tetapi jangan sampai lupa diri, cukup hanya berenang disekitar bibir pantai saja, tidak perlu sampai jauh ke tengah," katanya lagi.
Eduar kembali mengajak masyarakat untuk sama-sama menepis rumor negatif tentang pantai Beting Aceh, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau ini. "Yang terjadi murni kecelakaan alam, teman-teman korban dalam kesaksiannya di kepolisian juga mengatakan hal yang sama," tutup Eduar.***