PEKANBARU, GORIAU.COM - Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 H di lapangan Pondok Pesantren Babussalam, Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan, Jalan HR Subrantas, Sabtu (3/1).

Acara tersebut juga dihadiri Plt Gubernur Riau (Gubri) Arsyad Juliandi Rachman, pimpinan yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan Haji Ismail Royan, Ustaz Amirudin, MS, FKPD Provinsi Riau, anggota DPRD Riau, mantan Ketua DPRD Riau Johar Firdaus, Dandim 0301/Pekanbaru Letkol Inf M Ilyas, para Perwira Korem 031/WB, sesepuh dan pengurus Pondok Pesantren Babussalam, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala sekolah, guru, masyarakat di lingkungan Pondok Pesantren Babussalam serta santri dan santriwati, yang berjumlah 2.500 orang.

Dalam sambutannya Danrem 031/WB mengatakan, pondok pesantren adalah benteng moral dan pilar akidah yang merupakan garda terdepan dalam pembangunan. Pendidikan yang diadakan di pondok pesantren sangat sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang beriman, bertakwa, berilmu, beramal dan berakhlak mulia.

Danrem berpesan kepada santri dan santriwati, jangan mudah terprovokasi dengan ajaran sesat yang berkedok Islam dan membawa nama Islam yang melakukan radikalisme, seperti ISIS. "Selaku anak bangsa jangan mudah terpengaruh," kata Danrem.

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah semata-mata merupakan kegiatan seremonial, tetapi untuk memantapkan kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT berdasarkan nilai-nilai luhur perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah dalam menegakan kebenaran dan keadilan. "Hal ini selaras dengan upaya yang dilakukan oleh institusi TNI, khususnya TNI AD dalam memantapkan jiwa kejuangan, baik di dalam lingkungan keluarga, kedinasan maupun di lingkungan masyarakat, agar TNI selalu dicintai rakyat dan masyarakat," ujarnya.

Dalam tausiyahnya, ustaz Amirudin, MS, menjelaskan tentang hikmah zikir dan membaca Alquran. "Orang-orang yang berzikir dijamin hatinya dibersihkan dan menjadi tenang," jelasnya.

Ia mengajak hadirin untuk mengawali aktivitas dengan doa, walau berada di tengan non-Muslim sekalipun tetap menjalankan agamanya. "Masih diakui sebagai umat Nabi SAW bila tidak mengikuti ajaran agama lainn," sebutnya.

Kedua, saling asah, asih, asuh sesama Muslim, menyambung tali silaturahmi, dan sedekah. "Sedekah yang paling mudah adalah senyum, maka tersenyumlah jika bertemu saudaramu karena itulah sedekah," sambungnya.rls