
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Petani kelapa di Kecamatan Kuala Kampar tak lagi bisa berharap banyak, rendahnya harga kelapa semakin menyulitkan perekonomian petani. Padahal sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya sebagai petani buah kelapa.
Menyikapi persoalan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Pelalalwan, Said Mashudi berencana akan segera mengagendakan pertemuan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Pelalawan dan BUMD Tuah Sekata.
"Di tahun 2015, kita akan coba mendiskusikan persoalan ini bersama Disperindagsar dan BUMD. Kita ingin tahu, apaka disana bisa dibangun pabrik industri pegolahan hasil perkebunan ini," ungkapnya, Senin (5/1/2015).
Disampaikan Said Mashudi,meskipun jumlah produksi kelapa di Kuala Kampar sangat melimpah, tapi petani justru tidak bisa menjual hasil kebunnya dengan harga yang layak.
Masih disampaikan Said Mashudi, untuk membangun pabrik pengolahan kelapa di Kuala Kampar diperlukan kajian dan perencanaan yang matang.
"Yang menikmati hasilnya justru daerah luar, karena masyarakat di Kuala Kampar hanya bisa menjual hasil kebunnya keluar daerah dengan harga murah. Penyebab harga murah salah satu penyebabnya adalah persoalan transportasi dan tidak adanya pabrik pengelohan, sehingga harga menjadi murah," ujarnya.
Ditambahkannya, untuk memutus mata rantai tersebut, di wilayah Kecamatan Kuala Kampar harus dibangun pabrik pengolahan kelapa agar masyarakat tidak lagi menjual hasil kebunnya ke luar daerah.
"Persoalannya sekarang adalah, sanggup tidak Pemerintah Daerah melalui dinas terkait membangun pabrik pengolahan kelapa di Kuala Kampar," tandasnya.
Diketahui, puncak kejayaan kelapa Pelalawan terjadi pada tahun 1997, dan setelah itu harga kelapa terus tak menentu. Di tahun itu, harga kelapa pernah mencapai kejayaannya dimana harga mencapai Rp2.000/butirnya. Sejak saat itu, harga kelapa tak pernah lagi membaik. Idealnya, harga kelapa saat ini Rp1.500 sampai Rp2.000/butirnya.
Saat ini, harga kelapa sama sekali tidak membantu para petani, harga jual kelapa butiran maupun cungkil sangat jauh dari harapan. Harga saat ini untuk kelapa kelas A dan B dipatok dengan harga Rp1.200/ butirnya, sedangkan untuk kelas C dipatok dengan harga Rp800/ butirnya.(***)