
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi mengatakan, tahun 2015 merupakan tantangan terberat bagi kepala desa (Kades), Badan Permusyawaratan Desa (BPD)dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Siak. Pasalnya, pemerintahan memberikan kepercayaan besar terkait alokasi dana untuk peningkatan pembangunan di masing-masing desa. Untuk Alokasi Dana Desa (ADD), kata Syamsuar, anggaran yang diberikan tidak merata, namun paling rendah nilainya mencapai Rp2 miliar per desa.
"Bahkan Desa Tualang dan Perawang Barat memperoleh dana ADD tahun 2015 ini mencapai Rp5 miliar lebih. Ditambah dana Pokmas yang nilainya mencapai Rp500 juta dan dana bantuan dari Pemprov Riau sekitar Rp500 juta. Belum lagi dana bantuan yang berasal dari Pemerintah Pusat. Kalau dihitung, rata-rata tiap desa mengelola sekitar Rp3 miliar lebih untuk tahun ini. Saya ingatkan hati-hati menggunakannya," kata Syamsuar saat menyampaikan arahan pada peresmian 5 kantor desa yang dipusatkan di halaman kantor Desa Tualang Timur, Kecamatan Tualang, Senin (5/1/15).
Ikut hadir pada kesempatana itu, istri Bupati Hj Misnarni Syamsuar, Kapolres Siak AKBP Dedi Rahman Dayan, Kajari Siak Zainul Arifin, Sekdakab Drs H Tengku Said Hamzah, sejumlah pejabat, Camat dan Kades serta ratusan warga yang menghadiri acara tersebut.
Dijelaskan Bupati, program ADD merupakan dana yang berasal dari APBD Siak yang diambil dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Untuk tahun ini, lebih Rp200 miliar dana yang diperuntukan untuk program ADD itu. Sedangkan program Kelompok Kerja Masyarakat (Pokmas) merupakan alokasi bagi hasil pajak yang bersumber dari APBD Siak, namun nilainya sekitar Rp500 juta per desa.
"Saya kembali ingatkan Kades, BPD dan LPM agar hati-hati gunakan dana ini. Jangan duit banyak, tapi ntah kamano perginyo, jangan nanti Pak polisi dan jaksa sibuk. Kami tak mau seperti itu," ingat Syamsuar.
Untuk itu, Syamsuar menyarankan agar semua perangkat desa dapat bekerjasama dalam mengelola dana yang besar ini. "Harus kerjasama, jangan cari-cari kesalahan, yang penting saling dukung, untuk kepentingan rakyat. Ini peluang, jangan disia-siakan peluang yang diberi pemerintah daerah ini," ujarnya.
"Harus punya kemampuan yang maksimal, baik kades, BPD dan LPM, untuk mengelola dana yang sangat besar ini. Kalau kades salah, camat jangan salah. Kalau kurang pembinaan, saya akan tegur camatnya," tambah Bupati.
Adapun 5 kantor desa yang diresmikan Bupati, diantaranya, Tualang Timur Kecamatan Tualang, Teluk Batil Kecamatan Sungai Apit, Muara Bungkal Kecamatan Sungai Mandau, Merempan Hilir Kecamatan Mempura dan kantor desa Rawang Kao Barat Kecamatan Lubuk Dalam.(nal)