
PEKANBARU, GORIAU.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) turut prihatin dengan kondisi masyarakat yang berada di bagian terluar Provinsi Riau, terutama yang berada di Pulau Rangsang. Dimana, mereka tak mampu menikmati siaran Indonesia seperti di daerah lain.
"Ini menjadi keprihatinan bersama dan ini sudah menjadi isu nasional," ujar Komisioner KPID Riau, Alnofrizal kepada GoRiau.com, Senin (26/5/2014).
Dikatakan Alnof, KPI Pusat sudah mulai peduli dengan isu yang dibangun KPID Riau. Hal itu terbukti dalam setiap pertemuan-pertemuan KPI Pusat selalu membicarakan bagaimana mengatasi masalah ini.
"Kami baru saja komunikasi dengan pengusaha TV langganan berbasis satelit," ucap Alnof.
Dalam pembicaraan itu, kata Alnof, pihak pengusaha TV bersedia menempatkan receiver di beberapa tempat strategis, seperti pos ronda dan tempat umum lainnya. "Tahap awal, memang hanya dibeberapa titik saja,"
"Layanan TV berbasis satelit ini gratis untuk masyarakat. Mereka tidak dipungut biaya apapun," ulas Alnof.
Alnof mengatakan, di Pulau Rangsang masyarakat setempat lebih mengenal siaran TV negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura dengan mudah. Hanya menggunakan antena UHF, siaran-siaran negara luar sudah bisa mereka tonton.
Hal itu sangat jauh berbeda dengan siaran TV Indonesia yang mengharuskan mereka membeli satelit parabola. "Secara kemampuan ekonomi, mereka belum mampu," katanya.
"Dengan adanya receiver ini, Kami berharap masyarakat bisa menonton siaran TV Indonesia dan lebih mengenal Indonesia, tentunya akan meningkatkan rasa nasionalis," tutup Alnof.(san)