
PEKANBARU - Lantaran pemilik warung menolak tukaran rokok dengan handphone, seorang pria berkostum loreng dan rekannya mengamuk disebuah warung di KM 27, Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau, Rabu (18/5/2016) petang kemarin.
Dengan emosi memuncak, pria itu mengeluarkan benda mirip senjata api lalu menodongkannya ke sipemilik warung yang ketika itu tengah ditemani istrinya. Dia juga mengancam supaya korban jangan macam-macam. Pelaku juga meminta keduanya agar menyerahkan uang dagangan.
Ketakutan lantaran ditodong pistol, korban pun menjawab kalau uang dilaci hanya Rp200 ribu. Namun belum sempat uang ini diambil, aksi pria berkostum ala tentara tersebut malah dipergoki warga lainnya yang hendak berbelanja. Warga ini spontan histeris sambil lari minta tolong.
Panik, pria itu pun melepas tembakan ke atas sembari berlari ke luar. Teriakan tersebut ternyata sukses memancing perhatian warga sekitar. Dalam waktu singkat, warga bergerombol datang, dan pria misterius itu pun melarikan diri. Sedangkan korban dan istrinya berhasil selamat dari aksi tersebut tanpa terluka.
Menurut kesaksian korban, saat itu pelaku ada dua orang, yang satu postur tubuhnya kecil dan memakai kostum loreng, sedangkan satu lagi juga berbadan kecil, punya janggut dan memakai jaket hitam. "Masih kita usut," jawab Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (19/5/2016) siang.
Awalnya mereka berdua datang ke warung korban dengan niat membeli roti dan rokok. Berdalih tidak punya uang, salah seorang diantaranya berniat menukarnya dengan handphone. Mengetahui itu, pemilik warung pun menyuruh mereka untuk pergi.
Tak lama sesudahnya, kedua pria tak dikenal ini kembali lagi dan marah sambil menodongkan benda diduga senjata api kepada korban. Mereka juga meminta uang di laci. Saat itu lah perbuatan mereka kepergok warga yang ingin belanja di warung tersebut.
"Kita sudah bentuk tim gabungan untuk mengejar kedua terduga pelaku. Kabarnya mereka lari ke dalam areal perkebunan sawit," singkat Guntur. ***