
BENGKALIS, GORIAU.COM - Dinas Ciptakarya dan Tataruang Bengkalis yang menempati urutan terendah dalam jumlah dokumen tender yang sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan Bengkalis, mengaku kalau tender fisik kendala dari sisi perencanaan.
“Kalau di sini, kita harus memulai dengan tender perencanaan untuk konsultannya, setelah itu baru tender fisik. Kalau tender konsultan belum terlaksana, maka tender fisik juga terkendala,” ujar Kepala Dinas CK Bengkalis, HM Amin.
Dikatakan, mustahil dokumen untuk kegiatan fisik bisa diserahkan ke ULP sementara perencanaannya belum ada. Untuk itu, pihaknya terpaksa harus mengejar tender konsultan perencana, baru tender untuk kegiatan fisik dilakukan. Itu sebabnya, sambung Amin, belum banyak dokumen tender untuk pekerjaan fisik yang diserahkan ke ULP.
“sudah ada juga yang dikerjakan, seperti lanjutan proyek pembangunan gedung daerah. Kemudian pekerjaan penyelesaian venue layar. Sisanya ada sekitar 6 paket lagi sedang dalam proses di ULP,” ujar Amin.
Selain itu, sambung Amin, perencanaan untuk kegiatan tahun 2012 seharusnya dilakukan 2011 lalu. Seperti halnya di Dinas Binamarga dan Pengairan, saat dirinya menjabat kepala dinas di sana, sebagian besar perencanaannya dilaksanakan pada tahun 2011 yang kegiatannya dialokasikan di APBD-P 2011.
“Itu sebabnya tahun ini, hampir sebagian besar proyek fisik di BMP tinggal dilaksanakan proses tender fisiknya saja,” kata Amin seraya berharap tahun 2013 dirinya mengupayakan seluruh perencanaannya bisa dilaksanakan tahun ini. (jfk)