
PEKANBARU – Sejumlah petani di Provinsi Riau berharap harga komoditas pinang segera membaik, karena saat ini harga jual di tingkat pedagang pengumpul di beberapa daerah cenderung stagnan.
Del, seorang petani pinang di Pekanbaru, mengungkapkan bahwa harga pinang masih bertahan di kisaran Rp4.000 per kilogram. "Terakhir jual masih 4 ribu juga di tokenya," kata Del, Selasa (4/2/2025).
Del mengaku mulai kehilangan semangat untuk merawat kebun pinangnya akibat harga jual yang tidak kunjung naik. "Kalau harganya mahal, kita jadi semangat pula merawatnya. Sebagai petani tentu kita ingin harga jual barang kita naik," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Eri, warga Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kampar. Menurutnya, sudah lama harga pinang di daerahnya tidak mengalami kenaikan. "Masih di sekitar 4 ribu hingga 4.500 di tokenya. Sekarang yang mahal tu kopi coklat," ungkap Eri saat dihubungi.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Bengkalis. Adi, seorang warga Bengkalis, menyebutkan bahwa harga pinang di daerahnya cukup baik saat ini. "Lumayanlah sekarang. Alhamdulillah di atas 10 ribu. Kalau kering betul bisa 12 ribu sekilo," ungkapnya.
Adi bersyukur atas kenaikan harga tersebut dan mengaku semakin bersemangat merawat kebun pinangnya. Sebagai ASN Pemkab Bengkalis, Adi sering menghabiskan waktu di kebun bersama keluarganya saat hari libur.
Informasi yang berhasil dihimpun menunjukkan bahwa harga pinang kering di sejumlah daerah di Riau bervariasi tergantung lokasi dan waktu. Pada September 2024, harga pinang kering berkisar Rp4.700 - Rp4.818 per kg. Harga ini sempat naik pada Januari 2025 menjadi Rp5.950 per kg di daerah Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti. (mg2)