
AJARAN Islam membolehkan berutang. Bahkan Rasulullah SAW pun pernah berutang kepada orang Yahudi. Namun Islam mengharamkan riba, yakni membayar utang atau pinjaman melebihi jumlah yang dipinjam.
Dikutip dari dream.co.id, utang dalam bahasa Arab disebut dengan al-qardh. Secara etimologi al-qardh artinya memotong. Menurut syari, kata tersebut memiliki makna memberi harta dengan dasar kasih sayang kepada siapa pun yang membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar, serta akan dikembalikan lagi kepada yang memberikan. Hal ini disebut juga sebagai pinjaman.
Meski Islam memperbolehkan umatnya berutang, namun Islam juga menekankan agar orang yang berutang untuk segera melunasinya dalam jangka waktu yang telah disepakati serta tidak menunda-nundanya.
Seseorang yang meninggalkan utang wajib membayar bahkan hingga dirinya meninggal dunia. Maka harta yang ditinggalkan orang yang memiliki utang, wajib digunakan untuk membayar utang-utangnya terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada ahli waris.
Perkara melunasi utang inilah yang menjadi kesulitan kebanyakan orang. Dalam situasi seperti ini, Allah SWT juga masih memperhatikan umatnya yang mau berdoa kepada-Nya.
Terdapat doa supaya bisa membayar utang dengan cara tak terduga yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Di saat utang sudah menggunung, tentu kita berharap semuanya lunas. Agar harapan itu terwujud, dianjurkan membaca doa supaya bisa membayar utang dengan cara tak terduga.
Berdoa merupakan suatu kewajiban umat Islam di kala keadaan sulit maupun lapang. Sebab ketika seorang Muslim mengingat Allah di saat lapang, maka Allah akan mengingat hamba tersebut di kala sempit, termasuk saat terlilit utang.
Rasulullah Muhammad SAW pernah mengajarkan sebuah doa supaya bisa membayar utang dengan cara tak terduga kepada Ali bin Abi Thalib RA. Doa tersebut disampaikan Ali RA kepada salah satu budak milik orang yang berusaha memerdekakan diri.
Budak tersebut mengeluh kepada Ali RA mengenai cicilan biaya yang masih dia tanggung. Demi bisa merdeka, budak itu harus membayar sejumlah uang kepada tuannya. Sayangnya, dia tidak bisa membayar uang itu sekaligus. Alhasil, budak itu terbebani cicilan biaya untuk memerdekakan diri.
Kepada budak itu, Ali RA berkata, ''Maukah engkau kuberitahu beberapa kalimat yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Kalau kau terbenani utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya.''
Kisah tersebut tercantum dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi. Berikut doa supaya bisa membayar hutang dengan cara tak terduga yang diajarkan Rasulullah SAW:
''Allahumma ikfini bihalalika 'an haramika wa aghnini bifadhlika 'amman siwaka''.
Artinya: ''Ya Allah, cukupkanlah aku dengan kehalalan-Mu, cukupkanlah aku dengan karunia-Mu, bukan dari selain-Mu.''
Doa Lainnya
Selain doa di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa supaya bisa membayar utang dengan cara tak terduga. Dikutip dari NU Online, menurut Siti ‘Aisyah, Rasulullah SAW selalu berlindung kepada Allah agar terlepas dari jeratan utang. Hal ini seperti yang diriwayatkan al-Humaidi dalam Musnad-nya, nomor hadis 246.
Beragam ikhtiar harus dilakukan agar segera bisa melunasi utang, salah satunya dengan berdoa. Salah satu doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW kepada seorang sahabat Anshar, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Dawud, nomor hadis 1555, berikut ini:
Disebutkan oleh Abu Sa‘id al-Khudri, pada suatu hari, Rasulullah SAW masuk ke masjid. Ternyata di sana sudah ada seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Umamah. Beliau kemudian menyapanya, ''Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?'' Abu Umamah menjawab, ''Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.''
Beliau kembali bertanya, ''Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?'' Umamah menjawab, ''Tentu, ya Rasul.''
Beliau melanjutkan, ''Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:
Allahumma inni a‘udzu bika minal hammi wal hazan. Wa a‘udzu bika minal ‘ajzi wal kasal. Wa a‘udzu bika minal jubni wal bukhl. Wa a‘udzu bika min ghalabatid daini wa qahrir rijal.''
Artinya: ''Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kebingungan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang-orang.''
Abu Umamah menuturkan, ''Setelah aku mengamalkan doa itu, Allah benar-benar menghilangkan kebingunganku dan memberi kemampuan melunasi utang.”
Semoga dengan memanjatkan doa supaya bisa membayar utang dengan cara tak terduga yang diajarkan Rasulullah SAW di atas, setiap utang yang dibebankan kepada kita segera bisa terlunasi dengan cara tak terduga. Sebab Allah Maha Kaya, ia bisa memberikan rezeki kepada manusia dengan banyak cara, terutama untuk melunasi utang-utang kita.***